KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Masohi, Maluku Tengah, memperkuat deteksi dini potensi konflik keagamaan melalui penerapan sistem peringatan dini (“early warning system”/EWS) dari Kementerian Agama.
“Tim EWS di tingkat kecamatan yang terdiri dari penghulu dan penyuluh agama melakukan pemantauan isu keagamaan, termasuk pelaporan potensi konflik dan koordinasi lintas sektor sebagai langkah penanganan dini,” kata Kepala KUA Masohi Muhammad Basirodin melalui keterangan pers yang diterima di Ambon, Selasa.
Ia mengatakan penguatan tersebut dibahas dalam rapat kerja bersama staf, penyuluh agama, dan penghulu di KUA Masohi.
Menurut dia, evaluasi program juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan optimal dan tepat sasaran dalam menjaga stabilitas sosial keagamaan di masyarakat.
Selain itu, KUA Masohi akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh agama guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan EWS di lapangan.
“Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk mempercepat respons terhadap potensi konflik yang muncul di tengah masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas penyuluh dan penghulu terus dilakukan melalui pembinaan dan pelatihan berkala agar mampu membaca dinamika sosial keagamaan serta mengambil langkah pencegahan.
Dengan optimalisasi EWS, ia berharap KUA Masohi menjadi garda terdepan menjaga kerukunan umat beragama dan menciptakan stabilitas sosial di wilayah setempat. (AN/KT)


























