Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Rekonsiliasi Damai Warga Liang Makan Patita Bersama

badge-check


     Rekonsiliasi Damai Warga  Liang Makan Patita Bersama Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Di bawah langit Maluku Tengah (Malteng), sebuah lembaran baru sejarah dituliskan dengan aroma persaudaraan. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua DPRD Maluku, Kapolda Maluku dan Bupati  Malteng menghadiri prosesi Makan Patita bersama masyarakat Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kamis, 29 Januari 2026.

Pertemuan ini bukan sekadar jamuan adat, melainkan sebuah ikhtiar suci untuk membasuh luka lama dan mengukuhkan rekonsiliasi pasca-konflik.

Puncak emosional kegiatan ini ditandai dengan penyembelihan seekor kambing. Dalam tradisi warga Liang, prosesi ini bukan sekadar simbol, melainkan “Sumpah Adat” yang mengikat seluruh anak negeri.

“Darah yang tertumpah hari ini menggantikan darah pertikaian di masa lalu. Ini adalah janji bahwa setiap tangan yang melanggar perdamaian ini tidak hanya berhadapan dengan hukum negara, tapi juga sanksi adat dan teguran para leluhur.”

Gubernur Maluku dalam sambutannya menegaskan, Makan Patita adalah meja panjang tempat persaudaraan yang sempat retak kembali dirajut dengan benang kasih sayang.

“Hari ini kita membuktikan bahwa keinginan untuk hidup berdampingan jauh lebih perkasa daripada amarah yang sempat memisahkan. Saya bangga berdiri di sini, melihat wajah-wajah yang kembali bersatu,” ujar Gubernur.

Dia menekankan nilai Pela Gandong harus melampaui seremoni dan menjadi napas dalam interaksi sosial sehari-hari.

Gubernur mengingatkan, “Dalam konflik, tidak ada pemenang. Yang ada hanyalah kehilangan—kehilangan harta, kehilangan waktu, dan yang paling pedih, kehilangan rasa aman bagi masa depan anak cucu kita,” ujarnya.

Mengutip kearifan lokal yang melegenda, Gubernur membangkitkan spirit Potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, dan sagu salempeng dipatah dua.

“Mari katong jaga Maluku bae-bae. Siapa lagi yang mau bangun tanah ini kalau bukan ale dengan beta,” ajak gubernur.

Gubernur menutup arahannya dengan pesan reflektif bahwa perdamaian bukanlah absennya masalah, melainkan hadirnya kemauan kolektif untuk menyelesaikannya secara bermartabat.

Di akhir acara, Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras di balik layar: Kapolda Maluku & Pangdam XV/Pattimura, Ketua DPRD Provinsi Maluku & Bupati Maluku Tengah, Raja Negeri Liang, Ketua MUI, serta para tokoh adat dan pemuda Jazirah. (KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Gempa Laut Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Tanimbar Maluku

7 Februari 2026 - 10:36 WIT

Sinergi TNI-Polri & Tokoh Masyarakat Jaga Kedamaian di Hitu dan Morella

7 Februari 2026 - 10:18 WIT

Polda Maluku Bentuk Posko Satgas Pangan Awasi Komoditas Strategis

6 Februari 2026 - 20:28 WIT

Target 2027 Trans Seram Selatan Rampung

6 Februari 2026 - 00:55 WIT

Trending di Maluku