Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Amboina

Pemkot Ambon Tepis Isu Pembungkaman

badge-check


					Pemkot Ambon Tepis Isu Pembungkaman Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan bahwa langkah hukum yang diambil terkait beredarnya flayer provokatif terhadap Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, bukanlah bentuk pembungkaman terhadap kritik. Sebaliknya, langkah ini merupakan upaya menjaga marwah demokrasi dan stabilitas keamanan di Kota Manise.

Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, menjelaskan bahwa laporan polisi (LP) tersebut adalah proses normatif untuk mendudukkan kebebasan berpendapat pada porsi yang tepat. Menurutnya, demokrasi yang sehat harus berjalan beriringan dengan koridor hukum.

Pemkot Ambon memandang narasi dalam flayer yang berisi seruan “tangkap dan penjarakan” Walikota telah melampaui batas kritik konstruktif. Ronald menekankan kebebasan berpendapat tidak berarti bebas tanpa batas (absolut).

“Pemerintah sangat menghargai kebebasan berpendapat. Namun, ketika informasi sudah menjurus pada berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, dan ajakan provokatif yang mengancam ketertiban, maka jalur hukum adalah langkah paling demokratis untuk menguji kebenaran,” tegas Ronald.

Dikatakan, langkah hukum ini diambil dengan dua tujuan besar. Pertama, lanjut dia, memastikan roda pemerintahan yang dipimpin Walikota Bodewin Wattimena berjalan tanpa gangguan fitnah yang merusak stabilitas.

Dan, kedua, tambah dia,memberikan ruang bagi sistem hukum untuk bertindak adil, baik bagi masyarakat yang mengkritik maupun bagi pemerintah yang menjalankan tugas.

Ronald menambahkan Pemkot Ambon tetap memposisikan masyarakat sebagai mitra kontrol sosial agar kekuasaan tidak menjadi tirani. Namun, ia mengingatkan prinsip utama demokrasi adalah kesetaraan di depan hukum.

Mewakili Walikota Bodewin Wattimena, Jubir Pemkot Ambon menyampaikan apresiasi kepada warga yang selama ini aktif memberikan masukan. Pemerintah terus membuka diri terhadap kolaborasi dan sikap kritis, selama disampaikan melalui mekanisme yang etis dan demokratis.

“Kami berharap masyarakat tetap kritis dengan cara yang elegan. Dengan begitu, pembangunan di Kota Ambon akan semakin berkualitas dan berdampak berkelanjutan bagi kita semua,” pungkasnya. (KT)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Pemkot Ambon Lakukan Pendampingan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku UMKM

10 Februari 2026 - 03:20 WIT

274 Kasus  HIV Terdeteksi, Dinkes Ambon Ajak Warga Hentikan Stigma

10 Februari 2026 - 03:07 WIT

Wali Kota Ambon “Sikat” Pelaku Parkir Liar

10 Februari 2026 - 02:54 WIT

Wali Kota Buka Pintu Kantor Pemkot Ambon Jadi Wadah Pembinaan Anak Binaan

9 Februari 2026 - 15:13 WIT

Tiga Pilar Digital Walikota Bodewin Untuk Ambon

6 Februari 2026 - 00:27 WIT

Trending di Amboina