KABARTIMURNEWS.COM.BANDA-Kepulauan Banda Neira, yang dikenal sebagai “Mutiara Sejarah Bangsa”, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan komitmennya untuk memastikan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, tidak hanya lestari, tetapi juga berkembang sebagai aset warisan dunia yang unggul.
Kepulauan Banda adalah gugusan pulau kecil yang menyimpan salah satu narasi paling penting dan dramatis dalam sejarah dunia.
Sebelum abad ke-19, Banda Neira adalah satu-satunya sumber rempah pala dan fuli di dunia, menjadikannya harta karun yang diperebutkan oleh kekuatan Eropa. Inilah alasan Banda menjadi panggung utama perebutan kolonialisme.
Selain menjadi pusat perdagangan rempah, pulau ini juga menjadi saksi bisu pengasingan para tokoh perjuangan kemerdekaan, termasuk Bung Hatta dan Sutan Syahrir. Jejak pengasingan mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi perjuangan bangsa.
Nilai sejarah yang tak ternilai inilah yang diperjuangkan untuk tetap hidup melalui pelestarian budaya dan situs bersejarah.
Dukungan tersebut disampaikan Mendagri saat menghadiri Festival Banda Heritage 2025 pada Selasa, 25 November. Menurut Tito, budaya, arsitektur, dan narasi perjuangan yang tersimpan di Banda Neira adalah warisan krusial yang harus dijaga.
“Kepulauan Banda adalah mutiara sejarah bangsa. Pemerintah pusat berkomitmen mendukung pemda dan masyarakat Banda dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan warisan ini agar dapat dikenal dunia,” ujar Mendagri.
Festival ini merupakan agenda penting untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya, peninggalan kolonial, dan jejak perjuangan Nusantara yang luar biasa di gugusan pulau rempah ini.
Dalam kunjungannya, Mendagri didampingi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir. Rombongan menyusuri jejak historis di Pulau Lontor, mulai dari rumah guru orang tua Gubernur Lewerissa hingga Parigi Tua dan Pohon Sejuta Umat.
Kunjungan ini, tegas Mendagri, adalah momentum untuk mempertegas kehadiran negara dalam pelestarian sejarah, memastikan sejarah Banda tetap hidup, dipelajari, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Pemerintah Daerah Maluku berharap kehadiran Mendagri ini menjadi dorongan kuat untuk mempercepat program pelestarian budaya serta pembangunan infrastruktur pendukung di Kepulauan Banda, demi mewujudkan visi Banda Neira sebagai kawasan budaya yang berdaya saing global. (KT)


























