KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Kota Ambon kembali diguncang gempa. Gempa tektonik kali ini, dilaporkan berkekuatan Magnitudo 6,0 terjadi, Kamis, 20 November 2025 pukul 13:59:44 WIT.
Pusat, pusat gempa berada di laut, 15 kilometer tenggara Kota Ambon. Getaran terasa kuat dan membuat warga di sejumlah wilayah bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Rilis resmi BMKG menyebutkan, episentrum gempa berada pada koordinat 3,66 Lintang Selatan – 128,33 Bujur Timur, dengan kedalaman 119 kilometer.
Dengan kedalaman menengah ini, gempa memiliki karakteristik guncangan yang terasa luas, namun tidak menimbulkan kerusakan besar di permukaan.
BMKG juga mencatat gempa ini dirasakan di banyak wilayah dengan intensitas berbeda berdasarkan Skala MMI: di Amahai getaran cukup kuat, benda-benda ringan bergoyang, sebagian warga memilih keluar rumah.
Sedangkan, Kota Ambon dan Sorong, guncangan dirasakan jelas di dalam rumah, beberapa warga dilaporkan sempat panik.
Selain di dua daerah ini, gempa juga terasa di Fak-Fak. Namun,getaran terasa ringan seperti ada truk besar melintas.
Peta guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan sebaran getaran cukup luas, mencakup sebagian besar wilayah Maluku dan Papua Bagian Barat.
WARGA PANIK KELUAR RUMAH
Di Ambon dan Amahai, warga merasakan guncangan kuat selama beberapa detik. Banyak yang spontan berlari keluar rumah, kantor, dan pusat perbelanjaan untuk menghindari potensi runtuhan bangunan.
“Saya sedang bekerja, tiba-tiba lantai bergetar kuat. Lampu goyang, kami langsung keluar,” ujar Maria, seorang pegawai kantor di Ambon, menggambarkan kepanikan detik-detik gempa terjadi.
Di beberapa daerah pesisir, warga sempat khawatir akan potensi tsunami. Namun BMKG memastikan tidak ada ancaman tsunami, karena pusat gempa berada pada kedalaman yang cukup dalam.
BMKG menjelaskan gempa ini dipicu aktivitas zona subduksi di wilayah Maluku, di mana pergerakan lempeng tektonik sering menghasilkan gempa menengah hingga kuat. Kedalaman 119 km menunjukkan sumber gempa berada pada zona pergeseran lempeng yang masih aktif.
“Gempa berkekuatan M 6,0 ini merupakan gempa menengah dan tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diminta tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan,” demikian pernyataan BMKG dalam laporan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. BPBD Maluku masih melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi dari lapangan.
Meski getaran terasa di beberapa wilayah dengan intensitas yang cukup signifikan, dampak kerusakan diperkirakan ringan hingga tidak ada, sesuai dengan karakteristik gempa berpusat di kedalaman menengah.
TETAP WASPADA
Pemerintah daerah dan BPBD mengimbau masyarakat: tetap tenang dan perhatikan informasi resmi BMKG. Hindari bangunan tua atau retak setelah gempa. Jangan termakan hoaks atau informasi tidak resmi terkait potensi tsunami.
Gempa Magnitudo 6,0 yang mengguncang wilayah tenggara Ambon ini menjadi pengingat bahwa kawasan Maluku adalah salah satu daerah tektonik paling aktif di Indonesia.
Meski tidak menimbulkan tsunami dan kerusakan besar, getaran kuat yang dirasakan hingga Sorong menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. (KT)


























