KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memastikan tidak hanya membangun kembali rumah warga korban konflik di Desa Hunuth, tetapi juga mengganti perabot rumah tangga mereka.
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengatakan, bantuan perabotan seperti televisi, kulkas, tempat tidur, kursi, dan barang kebutuhan rumah tangga lainnya akan diberikan agar para korban bisa memulai kehidupan baru dengan lebih layak.
“Kita akan kembalikan para pengungsi ke rumah mereka dan sekaligus bantu mengisi rumah dengan perabotan yang disiapkan. Tujuannya agar masyarakat bisa memiliki peralatan rumah tangga yang layak,” ujarnya di Ambon, Selasa (2/9).
Menurutnya, pembangunan rumah seharusnya dimulai Senin (1/9), namun tertunda karena personel Kodim Ambon dikerahkan untuk pengamanan aksi demonstrasi di kota. Setelah koordinasi, pembangunan diputuskan mulai pada Rabu (3/9).
“Kita berharap besok sudah mulai pembangunan. Target paling lambat dua bulan semua sudah selesai, termasuk penyediaan perabot rumah tangga,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Ambon juga akan fokus pada pengembalian para pengungsi ke rumah masing-masing. Dengan langkah ini, Bodewin berharap warga Hunuth dapat segera kembali hidup dalam kondisi yang lebih baik.
Konflik Hunuth sendiri pecah pada Selasa (19/8/2025), berawal dari perkelahian antarsiswa SMK Negeri 3 Waiheru. Peristiwa itu menewaskan seorang siswa asal Negeri Hitu, AP, yang ditikam orang tak dikenal. Insiden tersebut memicu amarah warga Hitu hingga menyerang dan membakar rumah warga Hunuth.
Akibatnya, 17 rumah terbakar dan sekitar 779 jiwa atau 156 KK mengungsi ke tempat lebih aman. Sebelumnya, Pemkot Ambon telah memberikan santunan Rp5 juta bagi keluarga korban meninggal serta dana stimulan Rp15 juta untuk warga yang rumahnya terdampak. (AN/KT)



























