KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Maluku melaksanakan program pelatihan bertani cabai bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas Ambon, Herliadi, Senin (1/9), mengatakan kegiatan ini bukan sekadar penghijauan, tetapi juga sarana pembinaan karakter sekaligus keterampilan warga binaan.
“Melalui pelatihan bercocok tanam, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bisa menjadi modal berwirausaha setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sebanyak 60 bibit cabai varietas unggul ditanam di lahan seluas 8×5 meter yang berada di samping lapas. Proses penanaman dilakukan bersama petugas dan warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik. Antusiasme tampak sejak tahap persiapan lubang tanam, pemindahan bibit, hingga penyiraman.
Menurut Herliadi, cabai dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi, permintaan pasar stabil, serta mudah dibudidayakan di lahan terbatas. Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas, sehingga dapat menambah variasi menu sekaligus menghemat biaya.
“Dengan menanam sendiri, kebutuhan dapur bisa lebih hemat dan sekaligus menghadirkan bahan pangan yang sehat dan organik,” katanya.
Untuk keberhasilan program, petugas lapas memberikan pendampingan teknis mulai dari pemilihan bibit, pemupukan, hingga pengendalian hama.
Sementara itu, Kepala Kanwil Dirjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah Lapas Ambon.
“Program ini wujud nyata transformasi pemasyarakatan yang humanis dan produktif. Kami mendukung penuh upaya pembentukan karakter dan kemandirian warga binaan,” katanya.
Ke depan, Lapas Ambon berencana memperluas program serupa dengan memanfaatkan lahan kosong agar lingkungan lapas lebih hijau, mandiri, dan menjadi pusat pembinaan yang membekali warga binaan menghadapi masa depan. (AN/KT)



























