KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Buru Selatan, sejak Minggu (13/7) hingga Senin (14/7), menyebabkan ratusan rumah warga di wilayah Namrole dan sekitarnya, terendam banjir
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Senin (14/7), Desa-desa yang terendam banjir diantaranya Wali, Oki Lama, Elfule, Labuang, Lektama, Waenono, Leku, Desa Pohon Batu, Desa tikbari, desa fatsinan.
Sejak Senin dini hari tadi, genangan air masuk pemukiman warga dan fasilitas umum, termasuk gedung Gereja Imanuel di Desa Waenono.
Masyarakat Waenonk yang terdampak musibah ini, memindahkan perabotan seperti kasur, kompor, dan barang penting lainnya guna menghindari kerusakan.
Bukan itu saja, rumah-rumah warga di Desa Elfule juga terendam banjir khususnya di kawasan sekitar “Jalan Baru” tercatat sebagai titik terdampak terparah, dengan ketinggian air mencapai betis orang dewasa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan, Abas Tamher, kepada awak media, Senin (14/7 membenarkan terjadinya musibah banjir.
Sebut Tamher banjir melanda sejumlah kawasan akibat curah hujan yang sangat tinggi selama dua hari berturut-turut.
“Memang benar, hujan deras sejak Minggu hingga Senin dini hari menyebabkan banjir di beberapa permukiman masyarakat dalam Kota Namrole,” ungkapnya.
Sebut dia, satu keluarga yang tinggal di dekat bantaran sungai Waekola di Desa Labuang, harus diungsikan ke Desa Wali setelah rumah mereka terendam banjir.
“Ada satu keluarga yang kami evakuasi karena rumahnya benar-benar tertutup air dari luapan Sungai Waekolo,”tukasnya.
Guna mengantisipasi dampak lanjutan, BPBD mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
“Saya minta warga tetap waspada, karena curah hujan masih sangat tinggi. Kita harus jaga keselamatan bersama,”pinta orang nomor satu di BPBD Kabupaten Buru Selatan itu.
Selain itu, satu jembatan di Desa Wali mengalami kerusakan. Genangan air juga mengepung hingga areal dekat kantor Bupati Buru Selatan.
Tugu Pemekaran yang letaknya sekitar 50 meter dari pusat pemerintahan juga tergenang air.
Belum ada laporan resmi korban jiwa dalam musibah ini. Pemerintah daerah setempat melalui BPBD tengah melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi-lokasi terdampak banjir. (KTL)



























