Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Internasional

Pentagon Akui Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Qatar

badge-check


Pentagon Akui Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Qatar Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, WASHINGTON – Pentagon pada Jumat, 11 July 2025 membuat pengakuan bahwa satu rudal balistik Iran yang ditembakkan sebagai respons atas pengeboman fasilitas nuklir mereka berhasil menghantam Pangakalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar.

Konfirmasi Pentagon ini tak lama setelah beberapa media merilis laporan hasil foto satelit yang mengggambarkan hancurnya salah satu kubah di Al Udeid yang diduga adalah alat monitor satelit.

“Satu rudal balistik Iran menghantam Pangkalan Udara Al Udeid pada 23 Juni, sementara rudal lainnya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara AS dan Qatar,” kata Juru Bicara Utama Pentagon, Sean Parnell, dalam pernyataannya kepada Anadolu.

Parnell mengatakan dampak serangan tersebut hanya menyebabkan “kerusakan minimal” pada peralatan dan bangunan di pangkalan, dan menambahkan tidak ada korban luka.

“Pangkalan Udara Al Udeid tetap beroperasi penuh dan mampu menjalankan misinya, bersama mitra kami dari Qatar, untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan,” tambahnya.

Berdasarkan citra satelit tertanggal 25 Juni 2025 yang dianalisis oleh Associated Press, satu rudal balistik yang berhasil menembus sistem pertahanan udara AS menghantam kubah geodesik yang merupakan rumah yang digunakan oleh militer AS mengamankan sistem komunikasi. Setelah serangan Iran, kubah itu tampak gosong.

Angkatan Udara AS pada 2016 pernah mengumumkan instalasi sebuah perlengkapan militer berbentuk pemancar satelit berbentuk cakram raksasa di dalam kubah itu. Instalasi itu disebut menghabiskan anggaran 15 juta dolar AS.

Tak lama setelah Iran melancarkan serangan balasan pada 23 Juni, Pusat Komando AS menyatakan, bahwa Angkatan Udara AS bersama Qatar berhasil mengintersep rudal-rudal balistik Iran yang diarahkan ke pangkalan Al Udeid. Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan kepada wartawan pada 26 Juni bahwa upaya menangkis serangan tersebut merupakan “keterlibatan tunggal terbesar sistem Patriot dalam sejarah militer AS.”

Caine mengatakan, bahwa militer AS juga turut serta dalam melindungi instalasi bersama kru sistem pertahanan udara Patriot milik Qatar. Meski tidak menyebutkan jumlah rudal Patriot yang diluncurkan, ia mengatakan bahwa “banyak logam beterbangan di sekitar.”

Presiden AS Donald Trump lalu lewat unggahannya di Truth Social menilai respons Iran, ‘sangat lemah’.

“13 (rudal) dijatuhkanm dan satu ‘dibiarkan bebas’ karena menuju ke arah yang tidak mengancam,” kata Trump.

“Saya senang untuk melaporkan tidak ada warga Amerika yang terluka, dan hampir tidak ada kerusakan yang terjadi.”

AS akhir bulan lalu menyerang fasilitas nuklir Iran menggunakan enam bom penembus bunker (bunker-buster) yang dijatuhkan ke fasilitas Fordow dengan pesawat siluman B-2, serta meluncurkan puluhan rudal jelajah dari kapal selam ke fasilitas di Natanz dan Isfahan. Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan rudal-rudal balistik ke pangkalan militer AS di Al Udeid, Qatar.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan, tidak ingin melanjutkan serangan terhadap Iran dan berniat mengupayakan kesepakatan damai dengan Tehran. Dilaporkan Axios, Trump menghubungi kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu sesaat setelah serangan, memberitahukan hasilnya, dan menyatakan bahwa tujuan berikutnya adalah mengejar kesepakatan damai dengan Iran.

“Presiden tidak ingin melanjutkan serangan. Ia siap jika Iran melakukan serangan balasan, tetapi ia sudah menyampaikan kepada Netanyahu bahwa ia menginginkan perdamaian,” kata pejabat tersebut.

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Angkatan Udara Dan Caine, mengatakan lebih dari 125 pesawat AS terlibat dalam misi tersebut, termasuk pesawat pengebom siluman, jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar, kapal selam peluncur rudal, dan pesawat pengintai. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran itu “sangat sukses”.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh Presiden AS Donald Trump membesar-besarkan keberhasilan serangan militer AS ke fasilitas nuklir Iran. “Presiden Amerika melebih-lebihkan peristiwa ini dengan cara yang tidak biasa, dan ternyata dia memang perlu membesar-besarkan hal itu,” kata Khamenei di platform X pada Ahad (29/6/2025).

“Siapa pun yang mendengar kata-kata itu akan mengerti bahwa di balik pernyataan tersebut ada kebenaran lain. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan membesar-besarkan (peristiwa itu) untuk menutupi kenyataan,” kata dia.

Ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv pecah sejak 13 Juni 2025, ketika Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran, menargetkan fasilitas militer dan nuklir. Iran merespons dengan serangan balasan hingga akhirnya gencatan senjata tercapai pada 24 Juni 2025. (ROL)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Evakuasi Tahap Akhir, 13 WNI dari Iran Tiba di Tanah Air

30 April 2026 - 20:40 WIT

Ketum Golkar Perintah Musda Golkar Kota Ambon Tunda

30 April 2026 - 13:51 WIT

Gurita “Mafia Tambang” di SBB Terbongkar, Bareskrim Bidik Jaquelin Sahetapy  

30 April 2026 - 01:02 WIT

Maluku Mulai Hilirisasi Massal Pala dan Kelapa

29 April 2026 - 23:37 WIT

Pelni Ambon Ganti Kerusakan Rumah Warga Akibat Ditabrak Kapal

29 April 2026 - 10:45 WIT

Trending di Maluku