Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Kriminal dan Hukum

Polisi Masih Selidiki Kasus Kekerasan Seksual oleh Wakil Rakyat di MBD

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban, terlapor, dan beberapa saksi lainnya.

Tim penyelidik dari Satreskrim Polres Maluku Barat Daya (MBD) Provinsi Maluku masih terus melakukan penyelidikan intensif atas dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang dilakukan AL, oknum anggota DPRD kabupaten setempat.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Areis Aminnulla, di Ambon, Rabu, mengatakan korban berinisial SHM telah melaporkan pada 2 April 2024.

“Penyelidikan berjalan berdasarkan laporan pengaduan korban serta sejumlah dokumen resmi yang mendukung proses hukum, seperti laporan hasil gelar perkara dan surat perintah penyelidikan yang diterbitkan sejak April hingga Mei 2024,” kata Areis.

Kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan ini terjadi berulang kali di beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) sejak April 2021. Hingga kini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban, terlapor, dan beberapa saksi lainnya.

Dalam kasus pencabulan, lima orang saksi telah diperiksa, sedangkan pada kasus persetubuhan sebanyak enam orang saksi, termasuk terlapor yang diperiksa pada Januari 2025.

Penyidik juga telah melakukan permintaan Visum et Repertum Psikiatrikum yang hasilnya berupa Surat Keterangan Pemeriksaan Psikologi dari Rumah Sakit Khusus Daerah pada Juli 2024.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Mahasiswa Pelaku Pembakaran Fasilitas Kampus Unpatti Ambon  Resmi Dipolisikan  

6 Maret 2026 - 14:33 WIT

12 Tokoh Ajukan “Amicus Curiae” Untuk Kasus Korupsi Minyak Mentah

25 Februari 2026 - 07:11 WIT

Polresta Ambon Gandeng Kodim Gencarkan Patroli Kamtibmas saat Ramadhan

22 Februari 2026 - 06:37 WIT

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Oknum TNI dan Polri Terjerat Jaringan Narkoba  “Ratu B3” Gunung Botak

18 Februari 2026 - 00:22 WIT

Trending di Kriminal dan Hukum