Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Internasional

Netanyahu Ogah Hentikan Perang di Gaza

badge-check


					Netanyahu Ogah Hentikan Perang di Gaza Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan “tidak mungkin” Israel akan menghentikan perangnya di Gaza, bahkan jika kesepakatan dicapai untuk membebaskan lebih banyak sandera.

Komentar ini ia lontarkan bersamaan serangan udara Israel terhadap dua rumah sakit pada hari Selasa menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai puluhan lainnya

Komentar Netanyahu kemungkinan akan mempersulit pembicaraan mengenai gencatan senjata baru yang tampaknya mendapatkan momentum setelah Hamas membebaskan sandera Amerika terakhir yang masih hidup pada hari Senin sebagai isyarat kepada Presiden AS Donald Trump, yang mengunjungi wilayah tersebut namun tidak mengunjungi Israel.

Komentar Netanyahu meningkatkan potensi perpecahan yang semakin besar antara Netanyahu dan Trump, yang telah menyatakan harapan bahwa pembebasan tentara Israel-Amerika Edan Alexander akan menjadi langkah untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 19 bulan.

Dalam komentar yang dikeluarkan oleh kantor Netanyahu pada Selasa dari kunjungan ke tentara yang terluka pada hari sebelumnya, perdana menteri mengatakan pasukan Israel hanya tinggal beberapa hari lagi dari janji peningkatan kekuatan. Mereka akan memasuki Gaza “dengan kekuatan besar untuk menyelesaikan misi tersebut.…Itu berarti menghancurkan Hamas.”

Kesepakatan gencatan senjata apa pun yang dicapai hanya bersifat sementara, kata perdana menteri. Jika Hamas mengatakan mereka akan melepaskan lebih banyak sandera, “kami akan menerima para sandera, dan kemudian kami akan masuk. Tapi kami tidak akan bisa menghentikan perang,” kata Netanyahu. “Kami bisa melakukan gencatan senjata untuk jangka waktu tertentu, tapi kami akan melakukan perang sampai akhir.”

Hamas mengatakan pihaknya hanya akan membebaskan sandera yang tersisa sebagai imbalan atas lebih banyak tahanan Palestina, gencatan senjata abadi, dan penarikan Israel dari Gaza. Perselisihan mengenai apakah konflik akan diakhiri telah menjadi hambatan utama dalam negosiasi selama lebih dari setahun.

Komentar Netanyahu ini berkebalikan dengan sasaran Trump. Di sela kunjungan ke Saudi, Presiden Trump mengatakan pemerintahannya berupaya untuk membebaskan sandera yang tersisa dan mengakhiri perang di Gaza.

“Kami telah bekerja tanpa kenal lelah untuk memulangkan semua sandera yang ditahan oleh Hamas,” kata Trump, menyoroti pembebasan Edan Alexander warga Amerika-Israel kemarin. “Kami terus berupaya untuk mengakhiri perang ini secepat mungkin. Ini adalah hal yang mengerikan yang sedang terjadi,” kata Trump.

Menurut The Times of Israel, pernyataan Trump sekali lagi tampak memutuskan hubungan dengan Israel, yang telah menolak seruan untuk mengakhiri perang, dengan alasan bahwa hal itu akan membuat Hamas tetap berkuasa.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Trauma Panjang Pelucutan Senjata Pejuang Palestina

5 Desember 2025 - 00:11 WIT

Konflik Berdarah di Tanimbar, Satu Tewas dan Empat Luka

30 November 2025 - 23:38 WIT

Polda Maluku Kerahkan Pesawat Cari 11 ABK Hilang di Laut Banda

26 November 2025 - 02:10 WIT

Begini Cara Kejaksaan Awasi  Aliran Kepercayaan

20 November 2025 - 23:59 WIT

Tepi Barat Memanas, Batalyon Jenin Melawan

20 November 2025 - 03:01 WIT

Trending di Internasional