KABARTIMURNEWS. COM, AMBON – Chekcok antar sekelompok pemuda Tial dan Tulehu, berujung bentrok. Akibatnya ada korban meninggal dan luka, pada peristiwa itu.
Pemicunya simpang siur. Versi kronologis pun beda-beda dari dua kelompok pemuda bertikai itu.
Salah satu versi kronologisnya menyebutkan ada sekelompok pemuda yang lewat, lalu ditegur atau disapa pemuda lainnya.
Dari sapaan itu, muncul ketersinggungan dari pemuda lainnya.
Disitu kemudian muncul tindakan kejam dengan menikam salah satu warga hingga terkapar.
Pelakunya salah satu dari mereka yang berkendaraan kurang lebih tujuh orang yang saling berboncengan.
Para pengendara itu, dikejar warga. Tiga lolos, empat lainnya berhasil terciduk dan diamuk warga.
Dari kronologis muncul insiden konflik antarkedua desa Tial dan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah.
Mirisnya insiden terjadi bersamaan dengan perayaan idul Fitri 1446 Hijriah.
Situasi meriah, saling bermaaf-maafan berubah mencekam di dua desa itu. Warga keluar rumah Deng kalewang.
Mereka (warga) terprovokasi isu atau informasi sepihak, jadi pemicu kemarahan warga dari masing-masing yang bertikai.
Terlepas dari semua itu, setidaknya pemicunya adalah: Setan yang bernama “miras.” Pasalnya, ketersinggungan muncul akibat miras.
Dengan miras semua akan bertindak diluar akal sehat atau kesadaran. Ketika sadar mustahil tersinggung lalu melakukan tindakan penikaman atau pembacokan.
Jadi tindakan itu, dilakukan akibat telah dikuasai “setan miras.” Peredaran miras harus jadi atensi khusus aparatur negara, apalagi jelang hari-hari besar, seperti Idul Fitri dan lain-lain. (KT)


























