Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Gubernur Ajak Bupati-Walikota Satukan Persepsi Bangun Maluku

badge-check


Gubernur Ajak Bupati-Walikota Satukan Persepsi Bangun Maluku Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Di sela-sela pembekalan atau retret Kepala Daerah di hari ketiga, yang diselenggarkaan oleh Kementerian Dalam Negeri di Magelang, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, menggelar pertemuan pada Minggu, (23/2).

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di provinsi seribu pulau itu, mengajak Bupati dan Walikota se-Maluku untuk berkumpul, guna membahas sinergitas antara Pemprov dan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka membangun daerah ini ke depan.

“Membangun Maluku tidak dapat dilakukan secara parsial yaitu Pemprov dan Kabupaten/Kota berjalan sendiri-sendiri, namun dibutuhkan sinergitas sehingga pembangunan itu dapat dilakukan secara simultan maka diperlukan kesamaan persepsi dan tindakan” ungkap Lewerissa.

Ia mengungkapkan kegiatan retret yang dilakukan saat ini juga adalah upaya Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menyatukan langkah membangun Indonesia ke depan yang berakar dari pembangunan Kabupaten, Kota dan Provinsi.

Mantan Anggota DPR-RI itu, menyinggung persoalan utama Maluku adalah menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang perlu dilakukan secara terpadu oleh mulai dari Pemprov hingga Kabupaten maupun dan Kota, sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat serta pentingnya pengelolaan investasi yang perlu direalisasikan guna penyerapan tenaga kerja.

“Kami memohon dukungan doa dari masyarakat Maluku semua, untuk kami di Magelang, sehingga bisa melewati program retret dengan baik” pintanya.

Sebagai informasi Pasangan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dalam kepemimpinannya memiliki Visi dan Misi yang tertuang dalam Sapta Cita, yakni :

1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat (good governance and public service).

2. Pengentasan kemiskinan dan pengurangan tingkat pengangguran (pro poor and unemployment).

3. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.

4. Peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur untuk memperlancar konektivitas antar dan intra wilayah.

5. Pengelolaan lingkungan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pengeloaan sumber daya alam yang sustainable (etis, responsif, akuntabel).

6. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan. Serta pemberian insentif bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dan membuka aksesibilitas pasar untuk mengurangi disparitas pembangunan antar wilayah.

7. Penataan dan revitalisasi lembaga sosial kemasyarakatan, dalam semangat hidup orang basudara, berbasis adat budaya dan kearifan lokal, serta ketaatan dan kepatuhan terhadap hukum. (KTL)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oratmangun Desak Struktur Saham BUMD Ditata Proporsional

24 Mei 2026 - 23:49 WIT

Hadiri Pelantikan Raja Siri Sori Islam, Gubernur: Ini Simbol Dunia Adat Kita Tetap Tegak

24 Mei 2026 - 19:04 WIT

Bukan Cuma Jaga Keamanan, Polisi di Maluku Kini Masuk Kelas Ajarkan Hukum ke Pelajar Kepulauan

21 Mei 2026 - 01:24 WIT

Kawal Megaproyek Blok Masela, Pemprov Maluku Satukan Kekuatan TNI-Polri

20 Mei 2026 - 13:57 WIT

Mengais Rezeki Tradisional di Pesisir Ambalau Setelah 28 Tahun Tertidur

20 Mei 2026 - 13:40 WIT

Trending di Maluku