Polres Bursel Tangkap Nelayan Perkosa Wanita Cacat Mental

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Polres Buru Selatan (Bursel) berhasil menangkap Juhadi Wanci alias Juhadi (51), warga Desa Nalbessy, Kecamatan Leksula, yang tega memperkosa seorang perempuan penderita keterbelakangan mental.

Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-B/12/III/2024/SPKT/RESBURU SELATAN/POLDA MALUKU, tertanggal 7 Maret 2024 dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan seksual terhadap penderita retardasi (keterbelakangan) mental.

Kapolres Bursel , AKBP Agung Gumilar dikonfirmasi Selasa (12/3/2024) mengungkapkan, tersangka berulang kali perkosa AS, perempuan berusia 27 tahun. Korban merupakan penderita keterbelakangan mental.

Korban diperkosa di sejumlah tempat berbeda-beda, di kamar rumah tersangka di Desa Nalbessy, Kecamatan Leksula, kamar rumah milik orang tua tersangka dan di kamar lantai dua ruko Jang Sombong Ale di Namrole.

Peristiwa bejat ini, dilakukan tersangka pada medio November-Desember 2023 dan Januari 2024.

"Motif pelaku memuaskan hasrat atau nagsu birahi," bebernya.

Menurut orang nomor satu di Polres Bursel tersebut, perbuatan tersangka sungguh keterlaluan.
"Modus Operandinya, tersangka merayu dan iming-imingi korban dengan uang, dimana tersangka tau kalau korban ini miliki keterbelakangan mental sehingga tersangka dapat menyetubuhi korban,"ungkapnya.

Nelayan ini, disangkakan melanggar Pasal 6 Huruf B Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual atau Pasal 285 KUHP Jo 64 Ayat (1) KUHP.

Kapolres menegaskan pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

"Kami tegaskan kembali, tindakan tegas akan kami berikan kepada setiap pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dan tidak ada RJ (Restorative Justice) bagi para pelakunya, ini jadi komitmen kami sejak awal Polres Buru Selatan berdiri,"pungkasnya. .

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bursel Iptu Yepta Marson Malasa,menyebutkan akibat kejahatan yang dilakukan, tersangka terancam dihukum penjara 12 tahun paling lama sesuai pasal yang disangkakan. (KTL)

Komentar

Loading...