Jaksa Tuntut Terdakwa Rudapaksa Sembilan Tahun Penjara

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cabang Ambon di Saparua, Maluku, menuntut GK, terdakwa kasus dugaan tindak pidana persetubuhan secara paksa (rudapaksa) terhadap korban yang masih bocah selama sembilan tahun penjara.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak," kata JPU Ardy Danary dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa.

Tuntutan jaksa itu disampaikan dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon Martha Maitimu didampingi dua hakim anggota. Terdakwa GK yang berusia 22 tahun ini merupakan warga Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Jaksa juga menuntut terdakwa dihukum membayar denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan penjara. Kasus dugaan tindak pidana rudapksa yang dilakukan terdakwa terjadi pada 19 November 2023, tepatnya di dekat sebuah bak penampungan air di Lingkungan 5 Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Maluku Tengah.

Korban saat itu baru pulang dari rumah temannya kemudian berpapasan dengan terdakwa di tengah jalan, lalu terdakwa sengaja meminta uang kepada korban.

Tetapi korban menjawab tidak mempunyai uang, lalu terdakwa langsung menarik tangan korban yang masih ke arah tempat kejadian perkara, lalu ia memaksa menyetubuhinya.

Setelah melakukan kejahatannya, terdakwa langsung pulang ke rumah, sementara korban yang tidak terima langsung melaporkan kejadian ini kepada orang tuanya dan diteruskan ke kantor kepolisian setempat.

Majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan kuasa hukum terdakwa. (AN/KT)

Komentar

Loading...