Pemkab Malteng Berhasil Tekan Laju Inflasi

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM.MASOHI - Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) berhasil menekan angka inflasi year on year (y-on- y) sebesar 6,64 persen bulan Januari menjadi 3,26 pada Februari 2024 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 103,16 persen.

Inflasi tersebut turun ke level minus 2,82 persen atau terjadi deflasi. Ini merupakan deflasi tertinggi di Indonesia dipicu turunnya sejumlah harga komoditi bahan pokok di daerah itu.

Sedangkan komoditi yang memberikan andil deflasi antara lain ikan momar, ikan tongkol, ikan kawalinya,  sabun mandi cair, terong,  minuman ringan.

Pepaya, ayam hidup, cream detergen, handbody, cabe rawit, tas sekolah pria, keramik, sepatu anak, sepatu pria, tepung terigu, minyak rambut dan sabun wajah.

Terkait pencapaian pihaknya, Pj Bupati Malteng Rakib Sahubawa mengapreasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). “Terima kasih dan apresiasi pimpinan OPD, TPID atas dukungan dan kerja kerasnya, ” ujarnya di Masohi, Sabtu (01/03/24).

Ia berharap ada sinergitas dalam pelaksanaan pasar murah dan Pasar Dhuafa serta langkah-langkah intervensi lainnya mengendalikan laju inflasi.

“Kita lakukan pemantauan harga, mendeteksi kelangkaan barang agar kebutuhan tercukupi, sehingga harga dapat dijangkau masyarakat,” akuinya.

Diakui Pj Bupati Malteng itu, setelah pihaknya menggelar pasar murah, pasar dhuafa, operasi pasar, subsidi transportasi dan sejumlah langkah intervensi lainnya, alhasil deflasi terjaga berujung laju inflasi dapat ditekan.

Sebelumnya BPS Provinsi Maluku mencatat inflasi terendah terjadi di Kota Tual 2,88 persen dengan IHK 106,62 persen. Sedangkan Kota Ambon 2,89 persen dan IHK 105,34 persen.

Pemantauan BPS di tiga Kabupaten/Kota di Maluku pada Februari 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,02 persen atau IHK 104, 58 persen bulan Februari 2024 terhadap IHK 101,51 Februari 2023.

Sementara tingkat deflasi y-to d 1,00 persen dan tingkat deflasi m-to-m 1,19 persen. Yang mana Inflasi y-on-y terjadi akibat adanya kenaikan sejumlah indeks kelompok pengeluaran.

Yang meliputi makanan, minuman, tembakau, perawatan pribadi dan jasa, transportasi, penyedia makanan minuman restoran, rekreasi budaya dan olahraga.

Selanjutnya, pendidikan, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, alas kaki dan pakaian serta pemeliharaan, perlengkapan rutin rumah tangga.

Sementara kelompok penyumbang inflasi y-on-y pada Februari 2024 mencakup tomat, bawang putih, beras, kangkung, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, bawang merah.

Berikutnya, gula pasir, buncis, labu siam, pembalut wanita, daun singkong, tarif angkutan laut, kopi bubuk, sigaret.

“Kelompok yang mengalami penurunan yaitu informasi, komunikasi, jasa 0,41 persen, ” ungkap BPS dalam rilisnya. (KTA)

Komentar

Loading...