Kapolda Minta Tindak Tegas Pelaku Balap Liar di Ambon

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON - Aksi kebut-kebutan atau balap liar yang kerap berlangsung sejumlah ruas jalan di Kota Ambon, pada malam hari  membuat warga resah. Bahkan,  pihak kepolisiann berulang kali melakukan kegiatan pencegahan dan operasi penertiban  terhadap aksi balapan itu sepertinya tidak mempan. Bagaimana tidak, aksi balapan liar masih terus saja terjadi.

Aksi balapan liar ini membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Banyak yang sudah jadi korban atas aksi tersebut. “Kebut-kebutan liar sudah berulang kali  memakan korban baik luka berat bahkan meninggal dunia bagi pembalap liar ataupun masyarakat lain yang sedang beraktivitas yang tidak tahu apa-apa,” kata Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, Selasa (20/2).

Kapolda mengaku, prihatin dengan aksi balap liar karena banyak remaja dan pemuda baik laki-laki maupun wanita terlibat dalam kegiatan berbahaya ini. “Bahkan aksi balap liar dilakukan sampai dini hari di jalan raya,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat kepolisian, tapi peran tokoh-tokoh masyarakat dan orang tua serta keluarga sangat penting.

“Masa sudah jam tengah malam dan sudah dini hari anaknya tidak ada di rumah dan tidak pulang terus tidak dicari dan dianggap biasa .  Ini harus menjadi perhatian serius orang tua dan keluarga dalam mengawasi dan mengontrol anaknya,” ujar Kapolda.

Polri, kata Kapolda, selalu ingin mengedepankan bentuk tindakan Kepolisian yang bersifat pencegahan dan tidak harus selalu penegakan hukum.

“Beberapa kejadian nanti kalau anaknya ditangkap dibawa ke kantor polisi akan diproses, baru orang tua datang dan  bahkan sampai nangis-nangis ingin anaknya jangan di hukum. Padahal perilaku anaknya membahayakan baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Beberapa kasus kebut-kebutan di jalan raya telah menewaskan orang lain. “Bayangkan kalau itu terjadi pada keluargamu, yang harus kehilangan orang yang dicintai karena perilaku ugal-ugalan, kebut-kebutan liar, apalagi kalau sudah di tambahi mengkonsumsi miras,” katanya.

Aksi balap liar tidak bisa dibiarkan. Kapolda telah memerintahkan jajaran khususnya Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease meski di tengah kesibukan anggota dalam Pengamanan Pemilu agar melaksanakan patroli penindakan tegas di lapangan.

“Kita sudah berulang kali melakukan giat pencegahan dan ke depan ini lakukan penindakan tegas saja sesuai kewenangan hukum yang dimiliki Polri dan proses hukum bagi para pelaku-pelaku tersebut,” pintanya.

Selain melakukan penindakan hukum, pelaku balap liar harus didata dan dimasukan dalam daftar catatan kepolisian yang ada di data SKCK atau surat keterangan catatan kepolisian yang biasanya digunakan seseorang melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan kedinasan.

“Tindak dan proses hukum. Datakan nama , masukkan dalam catatan di SKCK yang bersangkutan di Polda Maluku dan jajaran untuk yang bersangkutan karena perilakunya yang senang dan pernah melanggar hukum,” tegasnya.

Kapolda menyampaikan, semua instansi pemerintah, swasta maupun sektor-sektor usaha lainnya selalu mensyaratkan adanya SKCK saat membuka lowongan kerja atau menerima pegawai baru.

“Apa yang kita lakukan ini akan membantu instansi atau perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan penting untuk mencegah punya pegawai atau pekerja yang cenderung perilakunya melanggar hukum dengan membaca catatan pelanggaran hukumnya di SKCK tersebut,” ujarnya.

Kapolda berharap kepada para remaja dan generasi muda sebaiknya dapat menyalurkan hobby yang bermanfaat serta bisa meningkatkan kualitas kemampuan diri .

“Jangan mati sia-sia di jalan, dan bangga kalau bisa melakukan pelanggaran hukum serta merugikan dan membahayakan orang lain, fikirkan dengan baik-baik masa depanmu yang masih panjang,” pintanya. (KT)

Komentar

Loading...