Thomas Wattimena Divonis DuaTahun Penjara

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON - Mantan Kadis PUPR Kabupaten SBB Thomas Wattimena divonis relatif ringan, dua tahun penjara. Putusan tersebut dibacakan majelis hakim yang diketuai Rahmat Selang di persidangan Kamis (11/01).

Menimbang, ungkap majelis hakim, sebagaimana fakta persidangan kerugian negara yang timbul dalam perkara aquo tersebut adalah senilai Rp Rp 7 miliar 124 juta 184 ribu 0,5 sen.

Menurut majelis hakim, tidak ada alasan pembenar bagi terdakwa Thomas Wattimena alias Tomy melakukan tindak pidana korupsi. Dalam amar putusan yang dibacakan secara bergantian itu, majelis berpendapat hal-hal yang meringankan hanyalah karena terdakwa kooperatif dan mengakui seluruh perbuatannya.

Menurut majelis, keadaan-keadaan yang meringankan bagi terdakwa adalah yang bersangkutan bersikap sopan dan kooperatf selama persidangan. Termasuk hal meringankan yaitu tidak adanya fakta persidangan, terdakwa ikut menikmati uang proyek jalan Rumbatu-Manusa Kecamatan Inamosol Kabupaten SBB.

Terdakwa Thomas Wattimena sebagai kepala rumah tangga masih punya tanggungan berupa anak dan isteri. Dan terdakwa merupakan tulang punggung bagi keluarga.

Selain itu yang bersangkutan juga belum pernah dihukum dengan perkara yang sama. "Sedangkan hal-hal yang memberatkan bagi terdakwa yang bersangkutan tidak mengindahkan peraturan negara yang tidak memperbolehkan ASN melakukan tindak pidana korupsi," cetus hakim anggota Agustina Lamabelawa.

"Memperhatikan pasal 3 juncto pasal 18 sebagaimana diatur dalam UU Tipikor juncto pasal 55 KUHPidana serta perundang-undangan lainnya, mengadili, menyatakan terdakwa Thomas Wattimena harus dibebaskan dari dakwaan primer dan oleh karena itu harus dibebaskan dari dakwaan primer tersebut. Menetapkan, terdakwa Thomas Wattimena telah terbukti secara bersama-sama, dan oleh karena itu dihukum penjara selama dua tahun penjara, denda 200 juta rupiah atau subsider 3 bulan penjara," cetus hakim ketua Rahmat Selang sesaat sebelum mengetok palu sidangnya.

Usai persidangan JPU Nita Tehuayo dari Kejati Maluku maupun penasehat hukum terdakwa Yanes Teslatu menyatakan pikir-pikir.

Pihaknya pikir-pikir, ujar Yanes Teslatu karena, kliennya tidak diuntungkan dalam perkara tersebut. "Itu harus ditegaskan ya, bahwa terdakwa tidak diuntungkan, alias tidak menikmati uang sepeser pun," ingat penasehat hukum terdakwa Thomas Wattimena itu kepada Kabar Timur. (KTA)

Komentar

Loading...