Bapa Ade Tersangka Kasus Pencurian di DPRD Kota Ambon

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - "ASL" alias bapa Ade ditersangkakan penyidik Polresta Ambon dan Pp Lease, karena kasus pencurian. Barang yang dicuri selain uang, ada juga 1 unit sepeda motor, bukan hanya itu kursi dewan DPRD Ambon ikut diembat tersangka.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti curian, berupa uang tunai sebesar Rp. 72.597.000, kepada JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. Selain uang, satu sepeda motor Yamaha Mio M3 warna hitam, juga dibawa kabur pelaku.

"Tersangka diterima oleh jaksa, atas nama Ibu Endang Anakoda, S.H, M.H. Kegiatan berlangsung dgn aman dan lancar, demikian yg dapat dilaporkan," terang Humas Polresta Ambon dan Pp Lease Ipda Janete Luhukay kepada Kabar Timur, Sabtu (28/10/2023) melalui pesan whatsapp.

Ironisnya pria usia 51 tahun kelahiran Makian, Maluku Utara 29 Januari 1972 ini ternyata PNS. Dengan alamat Kebun Cengkeh Rt 001/006 Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau- Kota Ambon. "Yang bersangkutan memang PNS," ungkap Kasi Humas Polresta Ambon.

Ditambahkan Kasi Humas, ASL jadi tersangka sesuai Laporan Polisi No : LP/B/351/VIII/2023/SPKT/Polresta Ambon/Polda Maluku, tanggal 28 Agustus 2023. Dengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau pencurian sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 (1) ke-5 dan atau Pasal 362 KUHPidana

Berikut barang bukti hasil curian tersangka ASL alias bapa Ade, antara lain, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio M3 warna hitam,- 1 buah BPKB, dan 1 STNK, 1 lembar kwitansi pembelian 1 unit sepeda motor merk Yamaha Mio M3 warna hitam.

Kemudian 1 buah kunci kontak motor Mio M3 dengan mainan astronot, 1 buah tas ransel warna coklat merk diesel house. Bukan hanya sepeda motor, 3 buah kursi warna merah bertuliskan DPRD kota ambon, juga digasak pelaku domisili Kebun Cengkeh Kecamatan Sirimau- Kota Ambon itu.

Dijelaskan, Kasi Humas, pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan Kamis 26 Oktober 2023, sekitar Pukul 10.00 Wit. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kejari Ambon oleh personil Subnit I Unit I Pidum. (KTA)

Komentar

Loading...