FKUB Depok Belajar Kerukunan Beragama di Kota Ambon

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, Jawa Barat, melakukan kunjungan kerja untuk belajar kehidupan kerukunan umat beragama di Kota Ambon, Maluku.

"Kunjungan kami datang ke Ambon mempelajari kerukunan umat beragama, karena Kota Ambon mempunyai profil yang luar biasa dalam membangun kerukunan antar umat beragama," kata Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, di Ambon, Rabu.

Ia menyatakan Kota Ambon pada tahun 1999 mengalami konflik sosial tetapi sekarang kehidupan antar-umat beragama terjalin aman dan damai.

"Karena itu kami datang ke Ambon dengan tujuan untuk belajar dan bertukar informasi bagaimana peran pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama, terutama FKUB dalam merajut keharmonisan antar umat beragama," katanya.

Poin penting lain, katanya, terkait izin pembangunan rumah ibadah di Kota Ambon, apakah pernah terjadi konflik saat pendirian rumah ibadah.

"Mengingat di Depok saat ini terjadi riak larangan beribadah di Kapel GBI Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, karena itu kesempatan kami ingin mendapat pencerahan dan masukan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon maupun FKUB terkait izin pembangunan rumah ibadah di Kota Ambon," katanya.

Pihaknya berharap melalui kunjungan tersebut akan ada masukan dan informasi terkait penerapan kerukunan umat beragama bagi Pemkot Depok dan FKUB.

Sementara itu Sekretaris Kota Ambon Agus Ririmasse mengatakan kunjungan kerja yang dilakukan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan kerukunan antar-umat beragama.

"Kami menyambut baik kedatangan delegasi Pemkot Depok dan FKUB yang menjadikan Ambon sebagai lokasi kunjungan," katanya.

Pemkot, katanya, berupaya mewujudkan Ambon sebagai kota yang aman dan damai, serta menjadi contoh bagi daerah lain untuk belajar toleransi beragama .

"Semua itu tidak lepas dari peran para tokoh agama, pemuda, dan masyarakat, untuk menjadikan Ambon kota yang aman damai, dengan memberikan pencerahan bagi umat," ujarnya.

Berbagai upaya juga dilakukan pemkot menciptakan kerukunan melalui sosialisasi dan promosi status Ambon sebagai city of peace, melalui aktivitas dan fasilitas pembuatan simbol perdamaian dengan gong perdamaian dunia.

Selain itu memfasilitasi pembangunan pusat keagamaan yakni Islamic Center, Kristiani dan Katolik Center, pembentukan fasilitas kelompok pemuda melalui berbagai media sosial, peningkatan kultur musik sebagai Ambon Kota Musik Dunia yang diakui UNESCO. (AN/KT)

Komentar

Loading...