Penjabat “Warning” Yang Batasi Tugas Wartawan

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena memberikan “Warning” terhadap siapapun dilingkup Pemerintah Kota (Pemkot), melarang atau membatasi wartawan saat meliput berita.

Hal ini diungkapkan Penjabat menyusul insiden pembatasan ruang gerak wartawan, saat meliput kegiatan pelantikan raja Negeri Latuhalat, di Unit Layanan Administrasi (ULA) Balai Kota Ambon, Jumat 10 Juni 2022, pekan kemarin.

Untuk diketahui, saat kegiatan tersebut sejumlah wartawan yang ingin mengambil gambar pelantikan raja, terkesan dibatasi oleh anggota Satpol-PP yang bertugas.”Mengenai insiden pekan kemarin itu, saya sendiri tidak mengetahuinya. Tapi atas nama Pemkot Ambon, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Kejadian itu akan menjadi catatan buat kami,”kata Bodewin, saat dikonfirmasi Minggu (12/6).

Guna menghindari agar insiden serupa tidak terjadi lagi, Bodewin berjanji, akan memberikan teguran keras kepada pihak yang melakukan pelarangan terhadap wartawan ketika meliput. “Saat insiden kemarin itu saya tidak tahu, tapi pas saya tahu langsung sudah diberikan teguran, dan sudah diperintahkan selama saya tidak keluarkan perintah, maka jangan lakukan,”terang Penjabat.

Menurut Penjabat, wartawan merupakan mitra kerja Pemerintah Kota Ambon, untuk dapat menyampaikan berbagai kebijakan kepada masyarakat luas. “Selama ini kemitraan tersebut terjalin sangat baik, dibawah koordinasi Bidang IKP – Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon. Makanya itu harus tetap kita jaga,”tegasnya.

“Pers itu teman dan sahabat kita. Sehingga insiden pekan kemarin merupakan kesalapahaman dan miskomunikasi. Peristiwa pembatasan ruang geram wartawan saat meliput itu, akan menjadi pembelajaran semua pihak, agar tidak lagi membatasi pers,”tandasnya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Ambon, Josi Lopies mengaku, pembatasan ruang gerak wartawan dilakukan karena, diarea belakang Penjabat Walikota bersama Forkopimda harus disterilkan, apalagi kegiatan tersebut disiarkan melalui live streaming.

“Jadi  bukan melarang tidak boleh ambil gambar, cuma daerah di belakang Penjabat Walikota dan Forkopimda yang disterilkan. Ini hanya salah paham dan miskomunikasi saja,”tutupnya.

(KTE)

Komentar

Loading...