Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Amboina

Rombongan Sopir Angkot Datangi DPRD Ambon Keluhkan AKDP

badge-check


Rombongan Sopir Angkot Datangi DPRD Ambon Keluhkan AKDP Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Ambon mengaku didatangi sejumlah sopir angkot guna menyampaikan keluhan terkait trayek Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang beroperasi tidak pada jalur yang telah diatur Dinas Perhubungan setempat.

“AKDP itukan telah diatur jalurnya yaitu lewat underpass kemudian masuk ke terminal Batu Merah. Tapi kenyataannya AKDP masuk ke dalam kota. Bahkan juga mengangkut penumpang dalam kota. Itu keluhan mereka,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Margaretha Siahay di Kantor DPRD Ambon, Senin.

Tak hanya itu, mereka juga mengeluhkan masalah sistem shift operasi angkot yang sampai sekarang belum dicabut, padahal situasi pandemi COVID-19 di Kota Ambon sudah landai dan aktivitas masyarakat pun sudah kembali normal.

Kata Siahay, para sopir angkot meminta agar sistem yang diterapkan sejak maraknya pandemi COVID -19 oleh pemerintah kota (pemkot) lewat aturan PPKM sudah harus dicabut, sebab situasi pandemi telah pulih. Hal itu dikeluhkan karena mereka menganggap telah membayar pajak sebulan full, namun pemkot masih tetap memberlakukan sistem shift-shift.

“Itukan terkait dengan penerapan PPKM di masa pandemi Covid-19. Mereka kan bayar pajak satu bulan full, tapi kenapa shiftnya belum dicabut. Jadi mereka minta agar sistem shift itu dicabut,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, besok, pada Selasa, Komisi III bersama Dishub, dan sejumlah instansi lainnya akan melaksnakan rapat, untuk membahas terkait keluhan-keluhan masyarkat. “Besok pagi kami akan rapat. Soal hal-hal yang dikeluhkan sopir angkot, juga soal sampah yang sudah memenuhi pasar, itu semua akan kita bahas besok,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Sopir Angkot Ambon (ASKA), Paulus Nikijuluw mengatakan, keresahan ini perlu disampaikan ke Komisi III DPRD Kota Ambon. Selain karena AKDP yang beroperasi tidak pada jalur yang telah diatur oleh Dishub, sejumlah sopir angkot juga resah dengan kondisi Terminal Mardika Ambon saat ini.

Menurut mereka, Terminal Mardika Ambon kini telah beralih fungsi. Dimana, para supir angkot sudah sangat merasa terganggu dengan aktivitas pedagang didalamnya. “Soal keberadaan pedagang di terminal ini. Terminal itu sudah dialihfungsikan bukan lagi untuk angkutan tapi untuk pedagang,” kata Paulus.

Ia berharap, Komisi bisa bantu menyuarakan keresahan ini ke dinas terkait, agar pedagang bisa ditertibkan kembali. “Kami berharap supaya DPRD bisa meneruskan keluhan kami ke dinas terkait karena ini kan pemerintah yang telah mengijinkan para pedagang berjualan di terminal,” katanya.

(AN/KT)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Rebutan “Tongkat Komando” di Balai Kota Ambon

17 April 2026 - 00:15 WIT

Pendeta John Ruhulessin Bela Jusuf Kalla, Tegaskan Pernyataan Soal ‘Syahid’ Harus Dilihat Secara Historis

14 April 2026 - 19:56 WIT

Sambut Ramadan, Maxim Ambon Manjakan Mitra Pengemudi dengan Sembako hingga Bonus Hari Raya

6 Maret 2026 - 14:25 WIT

Pemkot Ambon Angkut 1,5 Ton Sampah Dari “Trash Boom” di Sungai

24 Februari 2026 - 02:53 WIT

Perkuat Identitas Ambon City of Music, Pemkot Dorong Sanggar Seni Jadi Garda Terdepan Budaya

21 Februari 2026 - 01:48 WIT

Trending di Amboina