KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) mengangkut sebanyak 1,5 ton sampah dari pemasangan jaring penahan sampah (trash boom) di sungai Kota Ambon.
“Sampah tersebut terjaring dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah hujan deras mengguyur wilayah kota,” kata Kepala Dinas (Kadis) DLHP Ambon Apries Gaspersz, di Ambon, Senin.
Ia menjelaskan, salah satu lokasi pemasangan jaring berada di Sungai Waitomo, tepatnya di dekat Kantor Dinas PUPR Provinsi Maluku. Menurutnya, debit air Sungai Waitomo biasanya tidak terlalu besar, namun intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sampah yang dibuang warga di sepanjang aliran sungai terbawa hingga ke hilir dan akhirnya tertahan di jaring.
“Sejak Desember 2025 jaring sudah dipasang dan rutin dilakukan pengangkatan sampah. Dua hari sekali dilakukan pembersihan. Setelah hujan deras, volume sampah meningkat karena banyak yang terbawa arus,” ujarnya.
Ia menegaskan, sampah yang terlihat menumpuk di jaring bukan berarti dibiarkan terbengkalai. Justru, keberadaan trash boom berfungsi efektif menahan sampah agar tidak langsung masuk ke Teluk Ambon.
Dari hasil pembersihan, di setiap lokasi jaring rata-rata terangkut 300 hingga 400 kilogram sampah plastik. Jika ditotal dari tiga titik pemasangan, jumlahnya mencapai sekitar 1,5 ton. DLHP juga mencatat, di kawasan Galala dan Wairuhu dalam beberapa hari terakhir volume sampah yang terjaring mulai berkurang.
“Bayangkan kalau tidak ada jaring, setiap hari sampah ini langsung masuk ke laut. Ini memang bukan solusi utama, tapi upaya kita untuk menjaga Teluk Ambon dan mengurangi volume sampah yang sampai ke laut,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ia menyampaikan, kondisi sampah yang terjaring di Sungai Waitomo menjadi gambaran nyata kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke got dan sungai.
“Setiap dua hari sekali diangkat, dan kita bisa lihat sendiri betapa banyaknya sampah yang terjaring setelah hujan. Sampah keluar dari got-got dan bermuara di sungai. Bayangkan kalau semua itu masuk ke Teluk Ambon, tentu sangat mengancam teluk kita yang indah,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memastikan sampah dibuang pada tempatnya dan tidak lagi dibuang ke sungai, kali, maupun saluran drainase.
“Kalau bukan kita, mau harap siapa lagi. Kalau bukan sekarang, mau tunggu apa lagi. Beta par Ambon, Ambon par samua,” ujarnya. (AN/KT)