KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus bergerak memperkokoh ekosistem seni dan budaya dengan memperkuat kelembagaan sanggar sebagai kawah candradimuka bagi kreativitas generasi muda.
Langkah ini ditegaskan sebagai komitmen nyata dalam menjaga napas kebudayaan Maluku agar tetap relevan di tengah gempuran zaman.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyampaikan hal tersebut saat mengukuhkan kepengurusan Sanggar Seni Tamariska di Ambon, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, tugas pemerintah bukan sekadar menonton, melainkan memfasilitasi dan menyokong penuh setiap inisiatif masyarakat yang berfokus pada kemajuan budaya.
“Penguatan Sanggar Tamariska ini adalah bukti bahwa komitmen pemerintah berjalan di jalur yang tepat. Kita punya tanggung jawab besar untuk memastikan proses pembinaan seni ini berkelanjutan dan tidak terputus,” ujar Bodewin.
Wali Kota menekankan bahwa pengakuan UNESCO terhadap Ambon sebagai bagian dari jejaring Kota Kreatif Musik dunia bukanlah sekadar label kebanggaan, melainkan amanah untuk pelestarian.
Ia meyakini bahwa daya saing pariwisata Ambon tidak boleh hanya bertumpu pada keindahan alam statis seperti pantai dan gunung.
“Pantai dan gunung ada di mana-mana, tapi atraksi seni seperti Bambu Gila atau dentuman Toto Buang hanya ada di sini. Itulah nilai tambah yang membedakan Ambon dari daerah lain. Kita harus menjual keunikan budaya untuk menarik dunia,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Bodewin menginstruksikan kepada seluruh Raja, Kepala Desa, dan Lurah di lingkup Pemkot Ambon untuk memastikan setiap wilayah administrasi memiliki minimal satu sanggar seni budaya.
Baginya, sanggar adalah ruang pembinaan karakter sekaligus benteng pertahanan identitas lokal bagi anak muda.
Kepada pengurus Sanggar Tamariska, Wali Kota berpesan agar konsisten dalam merekrut dan melatih talenta muda.
Ia percaya bahwa melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten, Ambon akan melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki keterampilan seni yang mumpuni, tetapi juga karakter yang kuat dan berakar pada nilai-nilai leluhur.
“Melalui sanggar, kita sedang mencetak masa depan Ambon yang maju dengan identitas yang teguh,” pungkasnya. (AN/KT)