KABARTIMURNEWS.COM,TANIMBAR, – Gelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIX, tingkat Provinsi Maluku di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), 18-24 Maret 2022, ternyata memiliki berbagai kisah menarik.
Walaupun memiliki penduduk yang mayoritas beragama non muslim atau kristen, namun hal itu bukan jadi kendala untuk suksesan, KKT sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Maluku.
127 ribu masyarakat KKT yang 96 persen beragama kristen protestan dan katolik, serta hanya 5.000 atau empat persen warganya yang beragama muslim menjadi keunikan tersendiri, gelaran MTQ tingkat Provinsi Maluku.
Dipadati 1.076 orang muslim yang datang sebagai kontingen dari 11 Kabupaten/kota, disambut baik hangat oleh masyarakat setempat. Sehingga nilai toleransi antar umat beragama sangat terlihat dalam momen MTQ tersebut.
Nilai toleransi semakin terasa tinggi dalam momen MTQ tersebut, sebab saat ini umat kirsten baik protestan dan katolik di seluruh dunia lebih khusunya KKT sedang memasuki Pra Paskah.
Momen MTQ di KKT selama sepekan dimulai sejak 18 Maret hingga 24 Maret, diketahui bertepatan dengan pra paskah jelang paskah tanggal 17 April 2022 mendatang.
Biasanya, saat pra paskah seperi sekarang umat kristen baik protestan maupun katolik, sudah tidak boleh melakukan kegiatan keramaian atau yang biasa disebut “Minggu-Minggu Sengara”.
Bupati KKT Petrus Fatlolon, kepada media Sabtu (19/3) kemarin mengatakan, minggu-minggu sengsara (pra paskah) bukan menjadi penghalang jalannya MTQ diwilayahnya.
“Orang kriten di KKT, mampu membagi waktu untuk MTQ dan beribadah dalam masa pra paskah ini,”kata orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu.
Menurutnya, nilai toleransi yang ditunjukan itu membuktikan kepada nusantara bahwa dari Tanimbar, bisa menenun kerukunan, merangkai Maluku, serta membingkai Indonesia.
Bupati pun berharap kepada ribuan kontingen dan undangan yang sementara berada di Kota Saumlaki, agar bisa menganggap Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai rumah sendiri.
“Saya berharap kepada kontingen dan para undangan, untuk menjadi warga Tanimbar selama seminggu ke depan,”ujar Bupati KKT, Petrus Fatlolon.
“Kita disini juga saling mendukung, melengkapi, melindungi dan mengormati. Sebab hidup rukun dan damai adalah kehormatan bagi orang KKT,”tandas Fatlolon. (KTE)


























