Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Kriminal dan Hukum

Keluar Kantor JNE, Warga Masohi Ditangkap Polisi

badge-check


					Keluar Kantor JNE, Warga Masohi Ditangkap Polisi Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Tim Satuan Resnarkoba Polres Maluku Tengah (Malteng) mengamankan ES alias Fendi, warga Kota Masohi yang baru keluar dari kantor pengiriman jasa JNE kawasan Ampera Kota Masohi, Mei lalu.

Fendi dibekuk setelah diketahui baru selesai mengambil kiriman narkotika jenis tembakau gorila. Selain Fendi, polisi juga menangkap rekan Fandi TI alias Gombi. Gombi diketahui pemilik dari narkoba gorila yang diambil di JNE.

Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi mengungkapkan, kedua pelaku ini diamankan di dua lokasi berbeda di Kota Masohi. “Pengungkapan kasus narkotika jenis tembakau Gorila ini, berawal dari adanya informasi masyarakat. Personil kemudian melakukan penyelidikan, hasilnya kita amankan Fendi dan Gombi di dua lokasi berbeda,”kata Kapolres kepada wartawan, pekan lalu.

Menurut Kapolres, informasi dari masyarakat bahwa ada benda mencurigakan yang dikirim melalui jasa pengiriman JNE. “Jadi penangkapan dilakukan sekitar pukul 15.00 WIT. Saat itu personil kami melakukan pemantauan disekitar kantor JNE yang terletak dikawasan Ampera Kota Masohi. Fendi ini datang dan langsung masuk untuk mengambil barang yang dicurigai itu. Setelah keluar, kita langsung amankan yang bersangkutan,” jelasnya.

Mantan Kasat Lantas Polres Malteng ini mengatakan, saat di amankan, Fenditak bisa berkutik. Ia mengaku jika benda yang diambil dari jasa pengiriman itu merupakan narkotika.

“Disini barulah Fendi mengaku jika narkotika yang ia ambil dari JNE ini dipesan oleh TI alias Gombi melalui akun media sosial instagram. Dan akun inilah yang sementara kita dalami,” sebut dia

Tak tunggu lama, lanjut Umasugi, personil lalu bergegas menuju tempat dimana Gombi berada dan langsung mengamankan yang bersangkutan.

“Barang bukti yang diamankan diantarnya satu paket tembakau sintetis yang mengandung narkotika golongan I, dikemas dalam plastik clip bening ukuran besar dengan berat 5,24 gram, satu buah handphone merk VIVO Y91, satu buah Handphone merk VIVO Y12, dan satu buah kaos oblong warna merah,” ungkapnya.

Perwira menengah Polisi ini mengaku, kedua pelaku itu kini telah dijadikan sebagai tersangka dan di tahan di rutan Mapolres Malteng. “Kita jerat dengan Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” pungkasnya.

(KTY)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Oknum TNI dan Polri Terjerat Jaringan Narkoba  “Ratu B3” Gunung Botak

18 Februari 2026 - 00:22 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Bendahara Kejari SBT Dijebloskan ke Rutan Ambon, Akibat Korupsi Rp901 Juta

14 Februari 2026 - 02:30 WIT

KPK Incar Skandal Korupsi Jumbo UP3 Tanimbar

10 Februari 2026 - 03:24 WIT

Trending di Kriminal dan Hukum