Tusuk Korban Sampai Tewas, Teurufun Diganjar 5 Tahun

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Warga Gunung Nona Kecamatan Nusaniwe Fendry Teurufun (19) divonis lima tahun penjara karena menusuk korbannya dengan pisau lipat hingga tewas. Peristiwa itu terjadi setelah korban melihat terdakwa berada di dalam kamar kos saudari perempuannya. 

Sebelumnya Fendry dituntut jaksa Ketty Lesbata pidana 6 tahun penjara. Meski lebih ringan dari tuntutan jaksa, kuasa hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir.  

Dalam persidangan kemarin hakim ketua Felix Rony Wuissan menyatakan terdakwa terbukti melakukan penganiayaan mengakibatkan matinya orang sebagaimana diatur pasal 351 ayat 3 KUHPidana. Sementara barang bukti satu pisau lipat dirampas untuk dimusnahkan. 

“Karena itu majelis hakim yang mengadili perkara ini menyatakan, memutuskan dan,  menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun,” cetus Felix di PN Ambon, Senin (8/2).

Menurut Felix Rony Cs yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, telah menyesal dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Dan yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban meninggal.

Peristiwa ini terjadi, 8 Agustus 2020 lalu, sekitar pukul 13.00 WIT,  di dalam kamar kos milik pacar terdakwa di kawasan Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon. Ketika itu korban almarhum Markus Leimeheriwa (24) dan salah satu temannya menuju kos-kosan sepupunya, saksi Joice Natalia Laimeheriwa alias Joice.

Setelah mengetuk pintu kamar kos, oleh korban terdakwa Fendry terlihat sedang makan bersama saksi Joice. Lantaran tidak saling mengenal,  korban langsung menegur terdakwa karena berada di kamar kos saudarinya itu.

“Korban tanya kepada terdakwa, ada hubungan apa sampai ada di kamar saksi. Terdakwa menjawab, kalau dia adalah pacar saksi,” terang JPU Ketty Lesbata dalam dakwaannya.

Selanjutnya korban bersama temannya memukul terdakwa satu kali. Panik diserang, terdakwa mengambil pisau lipat kemudian menikam rusuk korban.

Melihat korban jatuh bersimbah darah terdakwa melarikan diri, sedangkan korban dilarikan ke RS Bhayangkara Tantui, untuk mendapatkan pertolongan medis. Sempat dirawat satu Minggu namun korban meninggal. (KTA)

Komentar

Loading...