AMBON – Psikolog perdamaian Dwi Prihandini menyatakan, anak harus diberikan pemahaman perundungan atau bullying maupun body shaming.
“Body shaming termasuk bullying, dan bullying termasuk kekerasan, karena itu anak maupun orang tua harus diberikan pemahaman, “ kata psikolog perdamaian yang juga direktur Clerry Cleffy Institute itu, saat memberikan sosialisasi bagi anak SMTPI jemaat Bethabara kota Ambon, Minggu (18/8).
Ia mengatakan, body shaming sesuai literatur merupakan tindakan mengomentari bentuk fisik seseorang baik itu disengaja ataupun tidak, sehingga berpengaruh ke masalah mental orang yang dikomentari.
Sedangkan bullying atau bully dapat diartikan sebagai suatu tindakan mengancam yang dilakukan seseorang terhadap orang lain yang dapat menyebabkan tekanan psikis.
“Sosialisasi stop bullying dan stop body shaming Clerry Cleffy Institute (CCI) bermitra dengan Firda Athira Foundation (FAF) dan Yayasan Peduli Inayana Maluku (YPIM) ),” ujarnya.
Dwi menjelaskan, perilaku agresif sosial yang kompleks, sebagian besar terjadi karena proses belajar. Baik dari pengalaman langsung, praktek atau melalui pengamatan pada orang lain.



























