KABARTIMURNEWS.COM, DANA membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Maluku untuk menggunakan sistem transaksi digital yang lebih cepat dan efisien.
“Dana adalah dompet digital Indonesia makin menunjukkan kapabilitasnya sebagai infrastruktur pembayaran digital dan semakin dapat diandalkan oleh setiap lapisan masyarakat di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pada setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan,” kata Chief Communication Officer (kepala komunikasi) DANA, Chrisma Albandjar di Ambon, Senin (29/7).
Menurut dia, DANA juga merupakan perusahaan teknologi lokal yang mengubah dompet yang konvensional menjadi dompet digital.
Secara geografis wilayah Maluku ini pulau-pulaunya tersebar, kemudian transportasi uangnya susah dan secara fisik harus dibawa, uangnya berpindah-pindah tangan bisa rusak, robek, hilang, uang palsu, dan ATM tidak tersedia di seluruh tempat.
Berbeda dengan pulau Jawa misalnya yang kontinental mudah didapatkan mesin ATM, belum lagi tantangan dari kontur-konturnya yang di gunung atau laut.
“Jadi sekarang yang bisa membantu Maluku untuk segera bergerak lebih cepat secara ekonomis adalah teknologi, jadi kita lagi mencoba bagaimana caranya bisa terwujud,” ujarnya.
Belanja barang berharga di tempat jauh dan terpencil, seperti mutiara di Kabupaten Kepulauan Aru tidak perlu membawa uang tunai lagi tapi cukup dengan menggunakan teknologi yang disediakan DANA sudah bisa melakukan transaksi.
Bagaimana membuat UKM di Maluku maju adalah membuat suatu ekosistem dengan menggunakan teknologi. “Selama kita punya uang di bank maka kita bisa belanja dan itu bisa diterima oleh setiap UKM dan nantinya kalau UKM sudah menerima uang itu, dia bisa cash outing ke bank lagi, sehingga secara fisik uangnya tidak bisa dilihat tetapi bisa dipindahkan,” ujar Chrisma.



























