Sekilas Info

Pesan Hardiknas, Guru Harus Bisa Manfaatkan Teknologi

KABARTIMURNEWS.COM, NAMROLE - Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) ikut memeperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), pada Kamis (2/4) yang berpusat di di kawasan jalan mangga dua, Kota Namrole.

Bertindak selaku inspektur upacara (irup) Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru Selatan, Abdul Mutalib Laitupa. Pimpinan OPD di lingkup pemerintah daerah setempat, serta pelajar mulai dari tingkat pendidikan SD-SMA sederajat menghadiri upacara yang berlangsung dalam suasana kesederhanaan.

"Hari ini Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019. Untuk itu, marilah kita bersama-sama bermunajat, memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya untuk kita dan seluruh rakyat Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, tanggal 2 Mei diambil dari hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara," ucap Laitupa saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

Mendikbud menyampaikan pesan Hardiknas agar para pengajar mengawasi perilaku dan sikap peserta didik di tengah-tengah perkembangan teknologi yang pesat. Meski begitu, para guru juga diminta untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat ajar yang berkualitas.

"Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik. Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat," ingatnya.

Ia menuturkan seluruh sekolah dan tempat pendidikan dapat memanfaatkan teknologi sebaik mungkin.  Bukan hanya itu, para guru bisa menerapkan pendidikan berbasis teknologi tanpa melupakan budaya Indonesia. "Saat ini peserta didik kita didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi, mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat," pungkasnya. (KTL)

Penulis:

Baca Juga