Sekilas Info

Kemiskinan di Bursel Turun Drastis

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, NAMROLE - Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa mengatakan, perubahan yang terjadi di Buru selatan (Bursel) merupakan buah dari hasil kerja semua pihak. Salah satu yang diapresiasi adalah penyusutan angka kemiskinan hingga 3,50 persen di tahun 2017.

Dalam penjelasannya, Tagob mengatakan angka kemiskinan 2011 ada di posisi 19,33 peresn. Namun jumlah tersebut menurun di 2017 menjadi 16,33 persen.

“Pada awal kepemimpinan pemerintahan pada tahun 2011 kondisi kemiskinan berada pada angka 19,33 persen. Kemudian pada tahun 2017 menurun menjadi 16,83 persen yang merupakan tingkat kemiskinan terendah kedua di Provinsi Maluku setelah Kota Ambon,”sebut Bupati belum lama ini.

Selain kemiskinan, tambah Tagop, pertumbuhan ekonomi Buru Selatan  juga mengalami kenaikan yang signifikan. Tahun 2011 pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 5,25 persen dan tahun 2017 naik menjadi 6,11 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada Indeks pembangunan manusia yang naik signifikan. “Pada tahun 2011 hanya 57,98 persen dan meningkat menjadi 62,75 persen pada tahun 2017,”rinci Soulisa yang juga mantan Kepala Bappeda Kabupaten Buru Selatan.

Sementara angka harapan lama sekolah tahun 2011 capai 10,39 meningkat di tahun 2017 menjadi 12,28. Kondisi tersebut, kata dia menggambarkan kehadiran otonomi daerah sejak tahun 2008 dan Pemerintahan Kabupaten Buru Selatan, dapat menjawab berbagai harapan masyarakat di daerah ini dari keterisolasian antar wilayah dan jangkuan pelayanan kesehatan oleh pemerintah.

“Walaupun demikian kami menyadari sungguh masih banyak tugas pengabdian dan pelayanan yang belum terpenuhi guna menjawab semua kebutuhan serta keinginan masyarakat Buru Selatan, terutama   pada pengembangan infrastruktur wilayah dan sarana prasarana dasar,”pungkas Bupati. (KTL)

Penulis:

Baca Juga