Sekilas Info

Piru Tegang, Warga Swiping Lawan

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Ketegangan terjadi di Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Senin (18/3). Sejak pukul 10.30 WIT, ruas jalan jantung utama ibukota SBB itu dipalang warga setempat. Mereka melakukan swiping. Diduga mencari warga Lisabata, Kecamatan Taniwel, lawannya.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur, aksi swiping dilakukan sekitar 100 pemuda Piru. Ini terjadi menyusul adanya pemukulan terhadap Roni Manupassa, kepala pemuda Desa Piru, Minggu (17/3). Pelakunya diduga warga Lisabata.

Roni dianiaya karena menerobos blokade yang dipasang warga Lisabata. Blokade terpasang lantaran warga Lisabata sedang bersitegang dengan warga Mornaten. Kedua desa bertetangga saling jaga setelah Yohanis Latue, pemuda Mornaten, dikeroyok warga Lisabata, Minggu, pukul 03.00 WIT.

Diduga tidak terima, kedua desa itu sama-sama palang jalan. Ketegangan berhasil diredam polisi setempat. Tapi, muncul lagi persoalan baru. Sebab Roni Manupassa yang digebuk, menimbulkan kemarahan pemuda Piru.

Karena ingin tuntut balas, ratusan pemuda Piru turun jalan dan melakukan palang jalan. Mereka melakukan swiping terhadap setiap kendaraan yang lewat, mencari warga Lisabata. Para penumpang kendaraan harus mengeluarkan KTP bila ingin selamat.

Tak hanya di ruas jalan, aksi swiping mencari warga Lisabata juga berlangsung di sejumlah perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten SBB. Beruntung, aksi itu tidak bertahan lama setelah aparat kepolisian turun tangan.

Kasat Satsabhara Polres SBB AKP D. J. De Fretes menemui Pemuda Desa Piru, di pertigaan Jalan Trans Seram Desa Piru. Dalam pertemuan itu, De Fretes meminta agar warga bersabar, karena kasus penganiayaan itu kini sedang ditangani pihaknya.

“Kami Pihak Polres sudah mengamankan beberapa oknum masyarakat desa Lisabata untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Insiden pemukulan kepala pemuda Desa Piru tetap berjalan. Kami masih lakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku,” terangnya.

Sementara itu, warga Piru mendesak agar polisi segera mengamankan pelaku penganiayaan. Jika tidak, mereka mengancam akan blokir jalan dan kembali melakukan aksi swiping.

Kapolres SBB, AKBP Agus Setiawan mengakui adanya peristiwa tersebut. Tapi, saat ini aksi swiping tersebut sudah berkahir. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat telah kembali dan kondusif. “Sudah tidak ada lagi Swiping. Situasi aman,” singkatnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga