Sekilas Info

Tujuh Warga Buru Terluka Diparangi “AT”

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, NAMLEA - Ngamuk membabi buta, sedikitnya tujuh warga terluka dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS), akibat terkena sabetan senjata tajam pelaku. Benarkah kerasukan makhluk halus?

Tujuh warga Desa Jikumerasa, Kabupaten Buru, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), di Kota Namlea, menyusul luka bacok, yang dialami, akibat amukan seorang pria bernama Armin Ternate (AT), Rabu (27/2), pagi, kemarin.

Informasi yang dihimpun Kabar Timur dari TKP menyebutkan, AT mengamuk dengan parang (senjata tajam), dan menebasnya sedikitnya tujuh warga setempat terluka serius. Ke-tujuh warga yang menjadi korban amukan AT, diantaranya tiga wanita dan empat pria.

Tiga wanita yang terluka potong amukan AT adalah: Sofian (37), luka bacok di belakang dan lengan kiri, Ida Ratnasari (25), luka sayatan di dagu dan lengan kiri, dan Rasun (59), luka robek di punggung belakang.

Sedangkan, empat pria korban amukan AT masing-masing: ILham Aunaka (23), luka potong di lengan kanan, Puasa Aunaka (61), luka sayat di leher kanan, Nurdin Buton (59), luka bacok di leher kanan dan pipi kiri, dan La Bima Kondoa (63), terluka di tangan kiri.

Ketujuh yang menjadi korban amukan AT, masih bertentangga rumah bersama pelaku. Amukan pelaku diduga akibat kerasukan mahluk halus. “AT oleh warga diduga kerasukan mahluk halus. Tapi, penyebab pasti sehingga AT kerasukan belum diketahui,” sebut sejumlah warga.

Meski berhasil melukai tujuh warga, AT akhirnya dilumpuhkan oleh warga setempat. Dia sempat “dihakimi” atau dikeroyok warga hingga babak belur selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian. AT sementara dirawat di Puskesmas Namlea.

Informasi lainnya menyebutkan, peristiwa terjadi pukul 05.30. WIT. Korban menempati atau tinggal di rumah pamannya bernama: Rusman Ternate. Pagi itu, AT mengamuk dalam rumah tempat tinggalnya itu. Amukan diduga karena kerasukan.

Melihat amukan AT yang tiba-tiba, oleh pamannya, AT dirangkul sebisa mungkin. Tapi, AT tetap merontak menjadi-jadi. Rangkulan pamannya lepas, dan AT bergerak liar keluar dari rumah pamannya, menuju rumah Aidin Nurlatu, tetangga pamannya.

Masuk dalam rumah Aidin, AT menuju kamar dan menemukan sebilah parang. Parang itu, lantas digenggamnya, sambil mengancam Nurul, adik sepupu Aidin dan selanjutnya keluar rumah dengan parang ditangan.

Setelah keluar rumah Aidin, AT menuju Pos Caleg Golkar. Dalam pos itu, ada ibu Sofian yang kemudian dibacok oleh AT. Setelah membacok Ibu Sofian, AT keluar menuju jalan raya dan membacok setiap orang yang melintas. Enam warga yang berada di jalan raya jadi korban amukan AT.

Kasubbag Humas Polres Buru Ipda Dede Syamsi Rifai yang dikonfirmasi Kabar Timur via selulernya membenarkan peristiwa pembacokan tujuh warga Jikumerasa tersebut. Menurutnya, para korban saat ini sedang mendapat perawatan medis di RSUD Lala.

Perbuatan pelaku berhasil dihentikan setelah sejumlah warga berhasil mengamankannya. Pelaku juga menjadi bulan-bulanan warga yang marah akibat aksi tersebut. “Benar, pelaku sudah kami amankan. Saat ini sedang dirawat di Puskesmas Namlea, akibat dikeroyok warga. Tujuh orang korban amukan AT sementara dirawat di RSUD. Situasi TKP aman terkendali,” pungkasnya. (CR1)

Penulis:

Baca Juga