SKK Migas bahkan sudah memanggil para ahli dan pakar untuk membahas kajian teknis Revisi POD I Blok Masela. “Review teknis, karena nanti kan aspek teknis itu akan menentukan berat dari peralatan, keandalan peratalan, yang akan menentukan nilai capexnya berapa, cost-nya berapa dan itu semua akan menyangkut bagaimana hitung-hitungannya. Jadi sejak awal direview, semua aspek desain akan berdampak pada finansial karena in the end kalau yg cost recovery itu kan kami amankan semua,”jelas Dwi di Jakarta, pekan kemarin.
Eks Direktur Utama PT Pertamina (persero) ini mengaku para ahli dan pakar yang didatangkan tidak hanya ada satu. Tetapi ada beberapa ahli sesuai kehalian masing-masing termasuk diantaranya Energy World.
Biarpun memanggil beberapa ahli, Dwi menegaskan proposal pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela tidak akan merubah skema dari onshore menjadi offshore. Menurut Dwi, skema kilang LNG di darat sudah paling baik.
“Itu yang paling baik. Jadi ada offshore floating untuk pemisahan minyak dan gasnya, dan LNG-nya di onshore. Itu yang sedang didiskusikan karena berdampak pada cost-nya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Dwi berharap, proposal pengembangan Blok Masela ini bisa segera secepatnya. Dwi belum bisa memastikan Revisi POD I Blok Masela bisa rampung Februari ini. “Kami harapkan secepatnyalah. Kami kasih yang terbaik yang perlu kami lakukan,” pungkas Dwi. (KT/IKC)


























