Sekilas Info

Desa Simi Panen Perdana Bawang Merah

MARLON SAHETAPY /KABAR TIMUR

KABARTIMURNEWS.COM, NAMROLE - Kelompok Tani Desa Simi, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan panen perdana bawang merah di lahan seluas tiga hektar.

Panen bawang merah dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Abdul Mutalib Laitupa, Wakil Ketua DPRD La Hamidi, perwakilan Kementerian Pertanian dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, Sabtu (26/1).
Pengembangan bawang merah ini atas kerjasama kelompok tani Desa Simi degan Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan.

Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa mengatakan, panen perdana bawang merah ini merupakan bukti keseriusan dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani.

Sebab potensi lahan untuk pengembangan sektor ini masih cukup luas digerakan dalam rangka meningkatkan produksi dan pendapatan per kapita petani melalui pengembangan tanaman hortikultura, yaitu bawang merah, bawang putih, sayur maupun komoditi perkebunan tanaman pangan dan peternakan.

“Hal ini dilihat dengan animo masyarakat, khususnya petani yang memiliki kemauan tinggi dengan ketersediaan lahan yang masih luas untuk  pengembangan sektor pertanian ke depan,” kata Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Sekda saat panen perdana bawang merah di Desa Simi. Kendati demikian, keinginan tersebut harus dibarengi dengan penyiapan sumberdaya manusia, yang handal, memiliki kemampuan managerial dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik dari aspek kemampuan teknis budidaya, penanganan pasca panen dan pemasaran.

Kata bupati, untuk dapat mewujudkan hal dimaksud, harus ada komitmen bersama oleh semua pihak terutama dari Kementerian Pertanian  mendorong sektor ini lebih maju, optimal, baik dari sisi luas tanam, panen maupun produknya.

“Melalui progam pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah, dengan tujuan peningkatan kesejahteraan petani, harus menjadi perhatian dan perlu didukung bersama,” tukasnya.

Harapan pemerintah daerah kepada seluruh petani khususnya melalui pemerintah desa agar dana desa yang diperoleh dapat mencontohi kerjasama yang dilakukan Pemerintah Desa Simi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan. “Desa-desa yang memiliki luas lahan sangat luas, diarahkan untuk  melakukan kegiatan di bidang pemberdayaan dan pengembangan sektor pPertanian,” kata bupati.

Menurutnya, permasalahan mendasar yang menjadi fokus dan sasaran kedepan dalam berbagai kebijakan pembangunan pertanian terkait dengan ketersediaan, kontiunitas dan mutu produk yang dihasilkan dari sektor pertanian. Sementara di sisi lain daerah ini masih banyak memiliki keterbatasan dari aspek sumberdaya manusia, sarana, prasarana pertanian, dan ketersediaan infrastruktur daerah.

Permasalahan konektivitas antar wilayah yang sampai sekarang belum dapat menjawab rentang kendali anomali iklim di Buru Selatan yang luas. “Persoalan klasik yang sering kita hadapai, yakni managemen kelembagaan di tingkat petani, kelompok-kelompok tani yang dibangun sedianya menjadi entrepreneur dalam memperkuat sistem pertanian dan perekonomian di wilayah pedesaan,” ujarnya.

Olehnya itu, lembaga atau institusi yang dibentuk di desa bukan hanya menjadi kebutuhan untuk memenuhi pelaksanaan kegiatan proyek pada saat diperlukan. Tetapi lebih mesti memperhatikan aspek keberlanjutan sehingga dengan pendekatan tersebut semakin memperkuat posisi petani untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Kondisi empiris ini yang menjadi tantangan untuk kita semua para pemangku kepentingan atau stakeholder di daerah khususnya di wilayah Indonesia timur terutama yang terkait dengan pelaku utama, pelaku usaha penyuluh PPL, sebagai mitra petani atau mitra pertanian sendiri dan pemerintah daerah serta pemerintah pusat selaku penanggungjawab program pemerintah pada sektor ini untuk mencapai win-win solution, telah menjawab berbagai persoalan yang kita hadapi sekarang ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Buru Selatan Aminudin Bugis mengungkapkan panen perdana bawang merah ini merupakan gagasan pihaknya. Bahkan ini akan menjadi contoh untuk desa-desa lain di Buru Selatan. ”Bagi kami kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat di desa Simi terutama para petani karena berhasil menanam bawang merah hingga bisa dipanen,” tuturnya.

Buru Selatan kata Bugis, memiliki wilayah yang sangat luas untuk dikembangkan tanaman hortikultura salah satunya bawang. ”Kita punya wilayah di dataran tinggi maupun dataran rendah sangat luas,” sebutnya.

Lahan tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan budidaya tanaman bawang merah, bawang putih dan juga tanaman hortikultura lainnya. (KTL)

Penulis:

Baca Juga