KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – PT Batutua Kharisma Permai (BKP) dan PT Batutua Tembaga Raya (BTR), yang beroperasi di Pulau Wetar, Kecamatan Wetar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya, menunjukkan komitmennya memberdayakan warga lokal.
Buktinya pekerja di PT BKP-BTR didominasi warga lokal. Saat ini BKP-BTR mempekerjakan 641 karyawan, di mana 292 atau 45.55 persen berasal dari masyarakat lingkar tambang di Desa Lurang dan Desa Uhak, Wetar Utara. “Sementara hingga akhir September lalu, para kontraktor mitra telah memperkerjakan 472 karyawan, di mana 167 atau 35,38 persen berasal dari masyarakat lingkar tambang,” kata Senior Manager External Affairs PT Batutua Kharisma Permai (BKP) dan PT Batutua Tembaga Raya (BTR), Dicky Murod dalam press releasenya via email kepada Kabar Timur, akhir pekan kemarin.
Penjelasan Dicky ini sekaligus merupakan hak jawab dan koreksi atas pemberitaan yang telah dipublikasi Kabar Timur melalui berita berjudul: Eksploitasi Tembaga PT Batutua di Wetar Diprotes edisi Selasa 30 Oktober 2018.
Dicky memastikan, dalam proses rekrutmen tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lingkar tambang, BKP-BTR bersama para kontraktor yang menjadi mitra selalu berkoordinasi dengan Kepala Desa Lurang maupun Kepala Desa Uhak, dan diketahui Camat Wetar Utara.
Rekrutmen yang dilaksanakan BKP-BTR serta kontraktor mutlak mensyaratkan kesehatan dan kebugaran tenaga kerja yang dibuktikan dengan uji kesehatan (medical check up) yang dilakukan oleh institusi/lembaga profesional. “Kesehatan dan kebugaran tenaga kerja menjadi syarat penting karena lingkungan kerja pertambangan mengandung potensi resiko tinggi dan perlu kehati-hatian yang seksama,” tulis Dicky dalam rilisnya.



























