Sekilas Info

Kadis ESDM Maluku “Kapala Batu”

Istimewa/Kabartimurnews

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-  Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Said Muzakir Assagaf mengaku resah atas sikap acuh Martha Nanlohy.

Keresahan  itu, muncul karena Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Miniral (ESDM) Maluku ini kerap tidak menghadiri rapat paripurna antara DPRD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Padahal, ada banyak masalah yang harus dibicarakan bersama Dinas ESDM Maluku.

“Ibu Martha ini malas mengikuti rapat paripurna di DPRD. Padahal, ada banyak masalah yang harus dibicarakan bersama. Jika seperti ini terus-menerus, kami mintakan Pemerintah Maluku segera mengurangi belanja Dinas ESDM,” tegs Muzakir kepada Kabar Timur di DPRD Maluku, Senin (24/9).

Selama ini belanja Dinas ESDM cukup banyak. Namun, tidak menggunakan fungsinya dengan baik. Faktanya, potensi sumber daya alam di Maluku masih terabaikan. Masalah masih terjadi di mana-mana yang berujung pada penderitaan rakyat.

“Misalnya seperti yang terjadi di tambang emas Gunung Botak Kabupaten Buru, kita tidak tahu siapa yang menangani. Kalau itu pihak kedua dan pihak ketiga bekerjasama dengan Pemda, sebagai Kadis ESDM harus bisa hadir sehingga DPRD bisa tahu kontribusi yang Maluku dapatkan dari hasil alam itu. Inikan tidak sama sekali,” kritik Muzakir.

Politis PKS itu mengungkapkan, sesuai informasi yang diterima dari masyarakat, hasil kekayaan alam yang dikeruk di Kabupaten Buru sudah banyak. Mereka yang mengambil hasil tambang emas ini bisa mendapatkan uang miliaran rupiah.

“Apapun itu, kita di DPRD inginkan kekayaan ini berefek pada kesejahteraan rakyat. Dinas ESDM yang lebih mengetahui itu, harus bisa diinformasikan kepada kita, jangan seperti main petak-umpet dengan kita,” kecam dia.

Masalah lain, aktivitas di Gunung Botak telah mengarah kepada kerusakan lingkungan. Bahkan, akibat kerusakan berujung kematian yang merenggut nyawa manusia dan hewan ternak warga.

“Ada juga masalah di Romang MBD dan daerah lainnya. Tapi, untuk mengambil keputusan secara tegas dalam penanganan masalah ini, kita di DPRD belum melakukannya. Kadis ESDM malas dampaknya menghambat pengambilan keputusan ini,” tegasnya.

Dia meminta Pemerintah Provinsi Maluku segera juga mengevaluasi kinerja Martha Nanlohy. Jika kinerjanya lemah, harus diberi tindakan lain, seperti mengurangi belanja Dinas ESDM. Sebab, ketika belanja banyak tapi tidak maksimal dalam menggunakan fungsinya melihat potensi alam dan mensejahterakan, belanja yang diterima hanyalah sia-sia. (MG3)

Penulis:

Baca Juga