Sekilas Info

Maluku Gubernur Baru

Pasca dinyatakan unggul dalam hitungan cepat LSI untuk pemilihan gubernur Maluku 2018, Calon Gubernur Maluku,Murad Ismail langsung menjumpai ratusan pendukungnya dan mengucapkan rasa terimakasih serta sujud syukur terhadap hasil tersebut. Zaenal Abidin Patti/KABARTIMURNEWS.COM

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON - Delapan kabupaten/kota nyaris disapu bersih pasangan calon (Paslon), Murad Ismail-Barnabas Orno. Mereka unggul dari dua pesaingnya di Pilkada Maluku, 27 Juni 2018, kemarin. Gubernur Baru.

Hasil hitung cepat KCI-LSI Network menempatkan Paslon dengan jargon “BAILEO” keluar sebagai pemenang, dengan basis hampir di delapan dari 11 Kabupaten/Kota, di Maluku.

Ke-delapan basis kemenangan tersebut, yakni: Maluku Tengah, Buru, Bursel, SBB, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya. Sedang Maluku Tenggara Barat, kalah tak terlalu signifikan dari “SANTUN” dan Kota Ambon, “BAILEO” hanya kalah tipis dari “HEBAT.”

Sedangkan “SANTUN” yang juga kandidat petahana hanya unggul di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) itu juga dikawal ketat “HEBAT.” Daerah yang dipimpin Bupati Mukti Keliobas ini membukukan kemenangan “SANTUN” sebesar 51,76 persen, “HEBAT” hanya mampu meraih dukungan pemilih sebesar 41,31 persen.

Di Kota Ambon “HEBAT” unggul tipis dari “BAILEO.” Kemenangan telak “HEBAT” hanya terjadi di Kota Tual. Sedang di Kabupaten Maluku Tenggara perolehan suara HEBAT dikawal ketat paslon “SANTUN.”

KCI-LSI Network mengklaim hasil quick count yang dirilis kemarin memiliki tingkatan akurasi atau presisi yang tinggi. Dengan teknik penarikan sampel melalui metode multistage random sampling. Dengan 300 titik sampel TPS yang tersebar acak secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih di 11 Kabupaten/Kota.

Hitung cepat ini memiliki margin error plus minus 1 persen. “Hasil quick count dengan sampling error di bawah 1 persen kami pastikan hasilnya akan sangat mendekati data resmi KPUD Provinsi Maluku nanti,” kata Ikrama Masloman.

POLITIK IDENTITAS TIDAK MEMPAN

Sementara itu, kemenangan pasangan “BAILEO” terbukti politik identitas tidak mampu menangkan pasangan calon (Paslon) di Pilgub Maluku 2018. Faktanya, suara pemilih Kristen tersebar merata, tidak terkosentrasi di paslon “HEBAT.”

Di lain pihak, Paslon “SANTUN” harus mengakui jika wacana “gubernur baru” Maluku yang digadang-gadang Murad Ismail-Barnabas Orno “BAILEO” memang jitu. Demikian salah satu kesimpulan Konsultan Citra Indonesia-LSI Network terkait hasil Quick-Count atau hitung cepat lembaga survei independen ini.

Dari data yang masuk mencapai 93,33 persen paslon BAILEO berhasil memperoleh prosentase jumlah suara tertinggi, dan diprediksi melewati 10 persen dibanding dua kompetitornya. Hasil hitung cepat ini mencatat “BAILEO” unggul dengan jumlah suara 40,36 persen “SANTUN” 31,58 persen dan “HEBAT” 28,06 persen.

“Pak Herman tidak berhasil menarik secara maksimal simpati pemilih Kristen, meski dia satu-satunya gubernur dari komunitas Kristiani,” ujar Manajer Strategis KCI-LSI Network Ikrama Masloman. KCI sebelumnya telah memprediksi hal ini jelang H-6 Pilgub Maluku. Disebutkan, Calon Gubernur Maluku Herman Koedoeboen unggul tipis dari Calon Wakil Gubernur Barnabas Nataniel Orno. KCI mencatat Koedoeboen meraih simpati pemilih Kristen 37 persen dibanding Orno 31 persen.

Sementara Calon Wakil Gubernur dari “SANTUN,” Anderias Rentanubun yang beragama Katolik juga memperoleh simpati pemilih Kristen meski hanya sebesar 10 persen. “Bisa dibilang isu agama tidak mempan dipakai di Pilgub Maluku. Pemilih Kristen terpolarisasi di tiga kandidat, berimbang,” kata Ikrama.

Juga disebutkan, meski popularitas Said Assagaff di atas 90 persen namun gubenur petahana ini tidak mampu mengkonversi atau merubah variabel elektoralnya itu menjadi dukungan publik. Dan mengapa Murad Ismail mampu mempercundangi Assagaff? KCI-LSI Network lagi-lagi membuktikan prediksi H-6 tersebut.

Wacana “Gubernur Baru, Maluku Baru” menjadi narasi besar Murad-Orno yang mengangkat isu kemiskinan dan gagalnya pemerintahan Said Assagaff lima tahun sebelumnya diapresiasi. Wacana itu dikapitalisasi atau dijual dan menjadi konsumsi publik, bahwa Maluku butuh pemimpin baru.

“Ini terkonfirmasi dari riset kualitatif kami kalau Murad-Orno mampu menarik sentimen keinginan gubernur baru bagi Maluku,” jelas Ikrama, didampingi peneliti KCI Risakota Sangadji dan moderator Abbas Rumadan.

Kemampuan paslon nomor urut 2 ini meraih dukungan publik, lanjut dia, juga didukung frekuensi blusukan Murad-Orno. “BAILEO” lebih banyak turun langsung menemui masyarakat disusul “SANTUN” dan “HEBAT.”

Dan efek dari blusukan “BAILEO” ini, wacana Gubernur baru diterima luas oleh masyarakat di 450 desa yang dikunjungi paslon ini. “Blusukan ini memperluas dukungan publik terhadap “BAILEO” lebih besar dari “SANTUN” dan “HEBAT,” tandas Ikrama Masloman.

Terpisah dari pantauan Kabar Timur, proses pemungutan suara di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah paslon “BAILEO” unggul di posisi pertama. Disusul paslon “SANTUN” dan diposisi buncit “HEBAT.”

Ketua PPK Kecamatan Leihitu, Abdul Kadir Mahu menyebutkan, “BAILEO” meraih jumlah 8.690 suara, “SANTUN” 5.816 suara dan “HEBAT” hanya 822 suara. “Jumlah suara masing-masing pasangan calon masih bersifat sementara. Kita masih menunggu. Mungkin sedikit agak larut,” kata Mahu kepada Kabar Timur di kantor kecamatan Leihitu, Rabu (27/6).

DPT Leihitu sebanyak 49.796 dengan pemilih tersebar di 91 TPS pada 11 negeri/PPS di Leihitu. Soal jumlah surat suara yang sah dan tidak, Mahu belum bisa memastikan. “Kita di PPK masih stay dan menunggu semua surat suara. Seperti yang saya bilang, mungkin agak sedikit larut,” tandasnya.

Selama pencoblosan di Leihitu, Mahu mengaku pihaknya tidak ditemukan pelanggaran Pilkada. Pemungutan suara di Kecamatan Leihitu berjalan aman dan lancar. (MG3/KTA)

Penulis:

Baca Juga