KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maluku mengedukasi mahasiswa dan civitas academica untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari upaya pencegahan kematian ibu dan janin melalui penguatan sistem kesehatan yang terintegrasi.
Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku Betty A Sahertian di Ambon, Selasa, mengatakan pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam menjawab tantangan kesehatan ibu dan anak, khususnya di wilayah kepulauan, seperti Maluku yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Transformasi digital di bidang kesehatan bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan perlu dibekali pemahaman dan keterampilan memanfaatkan teknologi digital untuk deteksi dini, pemantauan kehamilan, serta penguatan rujukan maternal dan neonatal,” katanya.
Ia mengatakan hal tersebut, berkaitan dengan kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam bidang kesehatan yang tertuang dalam penelitian Ultralight Project, an Innovative Solution to Optimize Digital Technology and the Health System Strengthening in Accelerating the Reduction of Foetal Maternal Mortality: Indonesia Australia Study.
Ia menjelaskan Ultralight Project merupakan inovasi penelitian kolaboratif Indonesia-Australia yang berfokus pada optimalisasi teknologi digital dan penguatan sistem kesehatan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan janin.
Proyek ini menjadi bagian dari Hibah Penelitian Kolaboratif KONEKSI yang mendorong kolaborasi lintas institusi dan lintas negara dalam menghasilkan solusi berbasis bukti.
Menurut dia, Ultralight Project dirancang untuk mendukung layanan kesehatan maternal melalui pendekatan digital yang ringan, adaptif, dan sesuai dengan kondisi daerah, terutama wilayah terpencil dan kepulauan.
“Melalui Ultralight Project, teknologi digital dimanfaatkan untuk memperkuat pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan janin, meningkatkan komunikasi antara tenaga kesehatan dan ibu hamil, serta mempercepat pengambilan keputusan klinis berbasis data,” ujarnya.
Ia menjelaskan penguatan sistem kesehatan dalam proyek ini mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, integrasi layanan primer dan rujukan, serta pemanfaatan data digital untuk perencanaan dan evaluasi program kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Poltekkes Kemenkes Maluku berharap terbangun sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya guna mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan inovasi digital demi menyelamatkan lebih banyak ibu dan bayi,” kata dia. (AN/KT)


























