KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Ada sejumlah politisi di Maluku, yang pada Calon Legislatif (Caleg), lalu, gagal masuk senayan daerah, bak ketiban rejeki. Bagaimana tidak. Kendati tak menjadi wakil rakyat, kini mereka “dipercaya” kelola atau menjadi bos-bos di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Maluku.
Perusahaan plat merah milik Pemprov Maluku itu, bernama PD Panca Karya. Rabu, 16 September 2025, jajaran petinggi atau direksi hingga pengawas baru, diumumkan mengganti posisi pengelola lama. Tak ada satupun direksi lama, maupun pengawas yang dipakai. Semua diganti dengan wajah-wajah baru.
Yang menarik, wajah-wajah baru yang menduduki posisi direksi umumnya dipegang sejumlah mantan Calon Legislatif (Caleg), lalu, kendati gagal. Mereka, kemudian dipercaya menjadi bos-bos “besar” pengambil kebijakan di Panca Karya saat ini.
Direktur Utama Panca Karya baru, Ranny Tualeka, adalah mantan Caleg di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Syariffudin Goo, Direktur Operasional, mantan Caleg Provinsi Dapil Seram Bagian Timur. Dia juga, pernah gagal menjadi Wakil Bupati Seram Timur, berpasangan dengan Rohani Vanath (Istri Wakil Gubernur), pada pilkada periode lalu.
Selanjutnya, ada nama Jhonny Wattimena, Caleg gagal untuk DPRD Kota Ambon. Saat ini, Jhonny dipercaya, sebagai Direktur Pengawasan di Panca Karya. Tiga eks Caleg, kini dipercaya menjadi petinggi di Panca Karya.
Selain itu, ada juga eks Caleg, lainnya, Ayu Hasanussi, Namanya masuk sebagai salah satu anggota dewan pengawas di Panca Karya. Ayu sendiri adalah eks Anggota DPRD Maluku. Dia gagal menjadi wakil rakyat, setelah Pileg, kemarin.
Setidaknya, terdapat empat Caleg atau “politisi” gagal, yang dipercaya menempati pos-pos penting di perusahan plat merah tersebut. Kabarnya, mereka mendapatkan ”jatah” itu, lantaran ikut berkeringat dalam menangkan pasangan Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath, di Pilkada, lalu.
Sementara diposisi Direktur Keuangan yang baru, diisi oleh, Maya Kailola alias MK. Dia adalah seorang pengusaha jasa konstruksi hingga perumahan, di Kota Ambon terbilang sukses. Tapi, sebagain public skeptis atau ragu jabatan “basah” diberikan kepada yang bersangkutan.
Sebelumnya, terdapat sejumlah nama yang bakal duduki posisi itu, sempat beredar di publik Kota Ambon. Bahkan, nama-nama disebut-sebut yang telah “dijanjikan” untuk menempati posisi di Panca Karya, namun tak kesampaian.
Mereka adalah: Benny Pattiselano, M.Saleh Thio, Rustam Latupono dan Cak Saimima. Ke-empat nama ini, juga ikut berkeringat dalam memangkan pasangan dengan jargon “Lawamena” itu. Tapi, benar ada tidak informasi mereka dijanjikan belum terkonfirmasi.
Informasi yang dihimpun kabartimurnews.com, menyebutkan, muncul resmi nama selian mereka yang menduduki posisi, membuat mereka kecewa. Hanya saja, kekecewaan seperti apa, juga belum dapat dikonfirmasi.
PROVIT
Sebagaimana diketahui, Panca Karya dipimpin Rusdi Ambon, Perusahaan plat merah itu, pertama kali provit dan menyumbang Pandapatan Asli Daerah (PAD). Sebelumnya, Panca Karya hanya hidup dengan dana subsidi alias mengalami kerugian.
“Baru pertama kali Panca Karya itu, provit, ketika dipimpin Rusdi Ambon. Panca Karya, sebelum-sebelumnya semua rugi dan hidup dengan dana subsidi Pemerintah Daerah. Kita berharap. Keberhasilan ini, bisa diestafetkan kepada pengurus baru saat ini,” ungkap salah satu, pengurus Panca Karya, kepada kabartimurnews.com, kemarin.
Dia berharap dengan pengurus baru pilihan Gubernur Hendrik Lewerisa dan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, ini Panca Karya, akan mendulung provit saban tahun. “Kita berharap meraka yang dipercaya menduduki posisi penting di Panca Karya saat ini, bisa membawa Perusahaan daerah ini provitnya bertambah,” tutupnya. (KT)


























