Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Internasional

Diancam Amerika, Khamenei: Iran Tidak Akan Maafkan Zionis

badge-check


Diancam Amerika, Khamenei: Iran Tidak Akan Maafkan Zionis Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menegaskan pada hari Rabu bahwa angkatan bersenjata Iran siap membela Teheran, didukung oleh para pejabat dan seluruh rakyat.

Hal ini ia sampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan membunuhnya dan seruan Israel agar Iran menggulingkan rezim tersebut.

Khamenei mengatakan bahwa Iran tidak akan menerima pemaksaan perdamaian atau perang. “Mereka harus tahu bahwa Iran tidak akan menyerah dan bahwa setiap serangan Amerika akan memiliki konsekuensi yang mengerikan dan tidak dapat diperbaiki.”

Dia menekankan bahwa rakyat Iran berdiri teguh dalam menghadapi perang yang menimpa mereka. Menurutnya rakyat Iran tidak akan tunduk pada perintah apa pun dari pihak mana pun.

“Mereka yang mengetahui sejarah Iran tahu bahwa Iran tidak merespons dengan baik bahasa yang mengancam,” ujarnya mengacu pada ancaman AS. Khamenei menambahkan, “Iran tidak akan memaafkan entitas Zionis karena melanggar wilayah udaranya, dan juga tidak akan melupakan darah para martirnya.”

Pemimpin Tertinggi Iran memperingatkan Israel bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar dengan menyerang Iran, dan menekankan bahwa Tel Aviv “akan dihukum atas tindakannya.”

Sebelumnya duta besar Iran untuk PBB, Ali Bahreini, memperingatkan bahwa negaranya akan mulai melakukan pembalasan terhadap Amerika Serikat jika mereka menyimpulkan bahwa “Amerika terlibat langsung dalam serangan terhadap Teheran.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga menekankan kepada Aljazirah bahwa masyarakat internasional tidak akan mentolerir perang dengan dampak serius seperti itu, dengan mengatakan, “Israel ingin memaksakan perang tanpa akhir di wilayah tersebut.”

Sementara itu,  Moskow mengeluarkan peringatan kepada Amerika Serikat (AS) untuk tak melibatkan diri dalam serangan AS ke Israel. Hal tersebut diyakini dapat menimbulkan kekacauan hebat di Timur Tengah.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov telah memperingatkan bahwa bantuan militer langsung AS kepada Israel dapat secara radikal mengacaukan situasi di Timur Tengah, di mana perang udara antara Iran dan Israel telah berlangsung selama enam hari.

Ryabkov seperti dikutip oleh kantor berita Interfax mengatakan bahwa Rusia memperingatkan AS agar tidak memberikan bantuan semacam itu kepada Israel, atau bahkan mempertimbangkannya. Dia mengatakan Moskow telah melakukan kontak dengan Israel dan Iran.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Emirat Mohamed bin Zayed Al Nahyan mengenai krisis Israel-Iran. Kedua pemimpin tersebut menyatakan “keprihatinan yang mendalam” dan perlunya penyelesaian yang cepat, menurut kantor berita TASS yang dikelola pemerintah Rusia.

Selama panggilan telepon tersebut, Putin menegaskan kembali kesediaan Rusia untuk membantu memediasi krisis ini dan memberikan informasi terbaru kepada mitranya dari Uni Emirat Arab mengenai percakapannya dengan para pemimpin regional lainnya, TASS melaporkan.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa kesabarannya terhadap Iran “kian menipis”. Dia menyebut AS bisa saja dengan mudah menghabisi pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, tetapi memilih untuk tidak melakukannya saat ini.

“Kami tahu persis di mana ‘Pemimpin Tertinggi’ itu bersembunyi. Dia adalah target yang mudah, tetapi aman di sana – Kami tidak akan menghabisinya (membunuhnya!), setidaknya tidak untuk saat ini,” tulis Trump di Truth Social.

“Namun, kami tidak ingin rudal ditembakkan ke warga sipil, atau tentara Amerika. Kesabaran kami semakin tipis,” katanya lagi.

“MENYERAHLAH TANPA SYARAT!” tulis Trump di unggahan. (ROL)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Evakuasi Tahap Akhir, 13 WNI dari Iran Tiba di Tanah Air

30 April 2026 - 20:40 WIT

Ketum Golkar Perintah Musda Golkar Kota Ambon Tunda

30 April 2026 - 13:51 WIT

Gurita “Mafia Tambang” di SBB Terbongkar, Bareskrim Bidik Jaquelin Sahetapy  

30 April 2026 - 01:02 WIT

Maluku Mulai Hilirisasi Massal Pala dan Kelapa

29 April 2026 - 23:37 WIT

Pelni Ambon Ganti Kerusakan Rumah Warga Akibat Ditabrak Kapal

29 April 2026 - 10:45 WIT

Trending di Maluku