KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, tengah menyusun langkah-langkah strategis guna menekan laju inflasi tahunan yang tercatat cukup tinggi, yakni sebesar 5,07 persen menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku.
Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, menjelaskan bahwa upaya percepatan penurunan inflasi difokuskan pada stabilisasi pasokan pangan serta pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah secara berkala.
“Kami akan memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan melakukan pengawasan ketat terhadap harga-harga bahan pokok yang berpotensi memicu inflasi,” ujar Mario dalam keterangan tertulis di Ambon, Rabu.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan, khususnya dengan Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Tengah.
Langkah-langkah tersebut dipandang krusial menyusul laporan BPS yang mencatat inflasi bulan Maret 2025 melonjak menjadi 5,07 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang berada di angka 2,85 persen.
Kontribusi terbesar terhadap inflasi berasal dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil sebesar 4,80 persen. Lima komoditas utama penyumbang inflasi di antaranya adalah ikan tongkol (1,11 persen), beras (0,63 persen), nasi dengan lauk (0,63 persen), ikan selar/kawali (0,58 persen), dan tomat (0,56 persen).
Mario juga mengingatkan para pelaku usaha dan pedagang untuk tidak menimbun barang, karena tindakan tersebut dapat memperparah kelangkaan dan lonjakan harga.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Tengah, Erny Rahman, menilai inflasi kali ini dipicu oleh fluktuasi harga yang bertepatan dengan momen hari besar keagamaan.
“Tahun ini banyak komoditas yang mengalami kenaikan harga, sehingga kami terus berupaya agar distribusi barang dari luar Maluku bisa berjalan lancar dan tepat waktu,” ungkap Erny.
Langkah ini diharapkan mampu menstabilkan harga dan menekan laju inflasi di Maluku Tengah dalam waktu dekat. (AN/KT)


























