KABARTIMURNEWS.COM.AMBON – Kendati kerap “diserang” kampanye-kampanye “hitam” oleh tim lawan, seperti Said Assagaf, Abdullah Vanath dan Rovik Affifudin, tapi kecintaan atau minat warga Maluku, untuk memilih pasangan Murad Ismail-Michael Wattimena, masih cukup tinggi.
“Semakin banyak mereka “menyerang” dengan kampanye-kampanye hitam atas kinerja biliau (Murad), lima tahun lalu, semakin membuat keinginan orang Maluku memilih Murad semakin tinggi,” kata Hamid Fakaubun, dihubungi Kabar Timur via telepon selulernya, Minggu, tadi malam.
Hamid yang juga Anggota KNPI Maluku ini, menyebut, upaya untuk membentuk opini kegagalan Maluku dipimpin Murad Ismail, sebetulnya hanya asumsi yang kontraproduktif dengan fakta dan data yang terjadi.
“Mereka bilang Murad Ismail gagal pimpin Maluku, itu asumsi mereka. Faktanya, Murad Ismail berhasil memimpin Maluku, sebagaimana data dari BPS. Kemiskinan di Maluku, pasca dipimpin Murad turun dan ekonomi stabil. Data keberhasilan, itu kongkrit dan bukan asumsi,” kata Hamid.
Selain itu, soal Maluku bersih dari tindak tanduk penyelagunaan dana juga terbukti. Misalnya, lanjut dia, selama Murad Ismail pimpin Maluku, lima tahun berturut-turut, memperoleh WTP dari BPK RI.
“Ini berarti, pengelolaan keuangan dan pemerintahan Murad Ismail berhasil. Lalu, Dimana ketidak berhasilan Murad dalam memimpin Maluku,” tanya Hamid.
Padahal, lanjut Hamid, kepemimpinan Murad Ismail selama lima tahun, lalu, kondisi Indonesia lagi diterpa pelabagai bencana, salah satunya COVID-19. “Tapi, Maluku tetap stabil saat itu. Tentu, ini juga menjadi salah satu bukti keberhasilan Murad Ismail,” paparnya.
Dikatakan yang digembar-gemborkan tokoh-tokoh kita atas kegagalan Murad Ismail, selain asumsi juga mereka memiliki “dendam” pribadi.
“Pak Bib, mungkin saya duga miliki “dendam” pada Pilkada lalu, lalu mengekspresinya lewat panggung kampanye sebagai ketua tim,” duganya.
Kalau tokoh lainnya, hamper mirip miliki “dendam” politik di tahun sebelumnya. “Tapi mereka itu, mengilustrasikan rasa kecewa mereka, yang public Maluku sudah memahaminya. Dulu mereka dan Pak Bib, itu musuh kemudian, gagal mengawal Murad lima tahun, dan kini Kembali melawan Murad. Saya kira demikian, bro,” ungkap Hamid.
Hamid mengaku, semua upaya-upaya menjelak-jelakan Murad Ismail yang dilakukan itu, sudah bisa dibaca publik. “Jadi, semua upaya mereka itu sia-sia. Murad Ismail, masih dicintai warga Maluku dan keinginan warga Maluku cukup tinggi untuk Murad Kembali pimpin Maluku,” sebutnya.
Bahkan, yang dilakukan tim-tim kampanye salah satu pasangan calon gubernur Maluku yang pandai berbahasa Inggris , tak mampu untuk membalikan keinginan warga Maluku, untuk memilih Murad Ismail. “Saya pastikan Murad Ismail-Micahel Wattimena akan Kembali terpilih di Pilkada November 2024, mendatang. Catatat itu, broo,” tutup Hamid. (KT)


























