Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Kapal Ikan Terbalik di Laut Arafura, Satu Tewas

badge-check


ilustrasi Perbesar

ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON – Kapal pencari ikan Cahaya Rejeki 88 berawak 30 orang terbalik di laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (12/8). Insiden itu menyebabkan Wellem Wila, seorang ABK meninggal dunia.

Kepala Basarnas Ambon, Muslimin mengungkapkan, kapal itu melakukan pencarian ikan di sekitar perairan laut Arafura sejak 29 Juni 2018 lalu. Kapal naas itu bertolak dari Dermaga Barat, Bali.

“Jadi kapal ini Fishing Ground dari tanggal 29 Juni. Kemudian pada 12 Agustus terjadi kondisi membahayakan manusia disekitar perairan Arafura. Kapal itu terbalik pada lokasi atau koordinat 7°42’54.00” S, 133°9’3.96” E,” ungkapnya tadi malam.

Saat terbalik, lanjut Muslimin, puluhan penumpang kapal yang dinahkodai Hendra itu diselamatkan oleh kapal penangkap ikan Bandar Nelayan pada Senin (13/8). “Kapal Bandar Nelayan saat ini sedang menuju Dobo Kabupaten Kepulauan Aru,” ujarnya.

Terkait korban meninggal, Basarnas Ambon akan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan kapal yakni PT. Bandar Benoa Bali. Jika korban meninggal dan hilang maka akan dilakukan pencarian.

“Kita juga belum dapat data jelas. Apakah korban meninggal ini hilang atau berhasil di evakuasi. Kami akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan,” jelasnya.

Berikut nama Korban yang selamat: Hendra (Nahkoda), Pendi b. Dolah(Kkm), Charles Effendy(Kelasi). ABK: Hasan Maulana, Marselino Gusmao, Rojario Saores, Luis Da Costa,  Robin Simbolon, Edy Salim, Budi Darma, Glensialung, Lukman, Adam Ruhyat, Firman Nafian, Dan Leonel Soares Quintao.

Sandi, Moch. Arif Billah, Moch. Amirul Mukmin, Kurniadi, Ristlawan,  Nurjali, Iwan j. Aritonang, Suwarso, Syawki, Andrianto Ismail, Hendri, Bagus Wamamaulana, Heriyanto Dan Rody Iskandar. . (CR1)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Ketum Golkar Perintah Musda Golkar Kota Ambon Tunda

30 April 2026 - 13:51 WIT

Gurita “Mafia Tambang” di SBB Terbongkar, Bareskrim Bidik Jaquelin Sahetapy  

30 April 2026 - 01:02 WIT

Maluku Mulai Hilirisasi Massal Pala dan Kelapa

29 April 2026 - 23:37 WIT

Pelni Ambon Ganti Kerusakan Rumah Warga Akibat Ditabrak Kapal

29 April 2026 - 10:45 WIT

Polisi Sebut Kapal Tabrak Permukiman di Banda Disebabkan Gangguan mesin

29 April 2026 - 10:38 WIT

Trending di Maluku