KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Masuk TNI AD gratis! Tidak ada bayaran, tidak ada calo, dan tidak ada jaminan kelulusan dengan uang.
Urusan rekrutmen abdi negara kerap diwarnai bayang-bayang praktik kotor percaloan. Menepis kekhawatiran itu, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba mempermainkan masa depan pemuda Maluku.
Di hadapan para orang tua dan calon prajurit, Dody menegaskan pintu gerbang TNI Angkatan Darat tidak bisa dibeli dengan uang. Seluruh tahapan seleksi dipastikan bersih dari praktik suap-menyuap.
“Saya tegaskan kepada seluruh calon prajurit dan para orang tua, jangan mudah percaya kepada oknum-oknum yang mengatasnamakan TNI dan menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang atau materi,” ujar Dody.
Pesan ini sekaligus menjadi alarm bagi masyarakat agar tidak terjebak dalam tipu daya calo yang kerap memanfaatkan kecemasan para orang tua demi meraup keuntungan pribadi.
Dody memastikan, tidak ada satu pun orang—siapa pun itu—yang punya privilege atau kewenangan untuk meluluskan peserta hanya karena menyetor sejumlah uang.
“Penentu kelulusan murni berada di tangan peserta itu sendiri, berdasarkan kapasitas fisik, intelektual, mental, serta hasil seleksi yang transparan,” tandasnya.
Bagi Jenderal bintang dua ini, mengorbankan uang untuk calo hanya akan merusak mental generasi muda dan mencederai marwah institusi militer.
Tak hanya memperingatkan warga sipil dan calo di luar sana, Pangdam Pattimura juga memasang radar di internal satuannya.
Ia secara terbuka menyatakan tidak akan memberi ampun bagi prajurit TNI yang berani “main mata” atau kedapatan menjadi bagian dari sindikat percaloan.
Setiap oknum militer yang terbukti memanfaatkan proses seleksi demi mengeruk keuntungan pribadi dijamin bakal disikat habis tanpa pandang bulu sesuai jalur hukum dan disiplin militer.
Melalui penegasan ini, Pangdam ingin membalikkan stigma lama bahwa menjadi tentara butuh “modal besar”. Kesempatan kini benar-benar diletakkan di atas meja yang adil bagi siapa saja pemuda-pemudi Maluku yang punya niat dan mental baja.
Alih-alih mencari jalan pintas lewat calo, para pemuda diminta fokus menggenjot fisik, melatih akademik, dan mempersiapkan mental secara maksimal.
“Masuk TNI AD gratis! Tidak ada bayaran, tidak ada calo, dan tidak ada jaminan kelulusan dengan uang!” pungkasnya.
Pangdam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan pihak-pihak tak bertanggung jawab yang mencoba memungut biaya dengan dalih jalur khusus TNI. Sebab, integritas dimulai dari proses rekrutmen yang bersih. (KT)
























