KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tual, AKBP Whansi Des Asmoro, harus menjalani tindakan medis operasi setelah terkena anak panah pada bagian kaki kiri.
Insiden tersebut terjadi saat ia tengah berupaya melerai bentrokan antar kelompok warga di Desa Fiditan, Kota Tual, Maluku, Selasa, 24 Februari 2026.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, mengonfirmasi bahwa proses operasi pencabutan anak panah dilakukan pada hari ini, Rabu, 25 Febaruari 2026.
“Hari ini Kapolres menjalani operasi pencabutan anak panah di kaki kirinya. Semoga proses operasi lancar dan beliau segera diberikan kesembuhan,” ujar Rositah di Ambon.
Bentrokan yang melibatkan pemuda dari kawasan Fiditan Kampung Lama dan Fiditan Kampung Baru ini pecah sejak Selasa sore.
Massa terpantau saling serang menggunakan senjata tajam berupa busur panah, parang, hingga pelemparan bom molotov di jalan utama desa.
AKBP Whansi Des Asmoro terjun langsung ke lokasi untuk meredam situasi yang kian memanas.
Namun, saat sedang berusaha memisahkan kedua kubu yang bertikai, sebuah anak panah mengenai kaki kiri beliau.
Kapolres segera dievakuasi ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan penanganan darurat.
Selain Kapolres, dilaporkan sejumlah warga juga mengalami luka-luka akibat terkena anak panah dan lemparan batu selama kericuhan berlangsung.
KONDISI TERKINI
Guna mencegah bentrok susulan, aparat gabungan TNI dan Polri telah disiagakan di perbatasan kedua desa. Sebanyak 100 personel tambahan dari Polres Maluku Tenggara juga dikerahkan untuk memperkuat pengamanan.
“Situasi saat ini sudah kondusif. Kami mengimbau masyarakat, khususnya di Desa Fiditan, untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kamtibmas,” tegas Kombes Pol Rositah.
Berdasarkan data yang dihimpun, ketegangan antarwarga sebenarnya sudah mulai terdeteksi sejak Minggu (22/2) malam.
Perselisihan antarkelompok pemuda tersebut kemudian memuncak pada Selasa hingga memaksa aparat menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Saat ini, pihak kepolisian bersama tokoh masyarakat setempat tengah melakukan pendekatan persuasif dan komunikasi intensif demi memulihkan stabilitas keamanan serta mendamaikan kedua belah pihak secara permanen. (AN/KT)