KABARTIMURNEWS.COM.NAMLEA-Komitmen pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Buru seketika memakan “darah sendiri.”
Sebuah operasi senyap yang digelar Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Buru di Desa Parbulu, Kecamatan Waelata, Senin, 9 Februari 2026, pekan lalu, berhasil membongkar koalisi gelap yang melibatkan oknum aparat lintas institusi.
Penangkapan lima terduga pelaku ini mendadak jadi sorotan panas publik. Pasalnya, di balik jeruji besi kini mendekam Serka DA, seorang oknum anggota Polisi Militer (POM), dan Brigpol ES, oknum anggota Polres Buru.
Keduanya diringkus bersama tiga warga sipil, di mana salah satunya adalah H.N, sosok perempuan yang dikenal luas sebagai ratu penyelundup Bahan Beracun Berbahaya (B3) di lokasi tambang emas Gunung Botak.
Informasi yang dihimpun menyebutkan peran para oknum ini bukan sekadar pemakai amatir. Sumber internal mengungkapkan Brigpol ES terindikasi kuat sebagai bandar yang sudah lama “bermain” di wilayah tambang.
Rekam jejaknya pun merah. Ia disebut-sebut telah beberapa kali terlibat dalam kasus serupa namun seolah tak tersentuh hukum hingga penangkapan ini terjadi.
“Bukan saja sebagai pengguna, tetapi terindikasi kuat sebagai bandar yang sudah lama beroperasi di sekitar wilayah tambang,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Drama penangkapan ini kian tegang saat Serka DA langsung diserahkan ke Subdenpom Namlea sebelum akhirnya diterbangkan menuju Ambon pada malam harinya untuk pemeriksaan lanjutan di tingkat Kodam.
Pihak Kodam XV/Pattimura pun telah mengonfirmasi kebenaran penangkapan anggotanya tersebut.
Namun, di sisi lain, bungkamnya otoritas kepolisian setempat menambah daftar panjang tanya tanya publik. Hingga berita ini diturunkan, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rosita Umasugi, bersama bawahannya AKP Imelda Haurissa, belum memberikan respons resmi terkait keterlibatan anak buahnya dalam pusaran bisnis haram ini.
Kini, bola panas berada di tangan Satres Narkoba Polres Buru untuk mengusut tuntas peran masing-masing pelaku.
Apakah penangkapan ini akan menyentuh akar mafia narkoba di Gunung Botak, ataukah hanya sekadar seremoni penangkapan oknum yang kebetulan “apes”? Publik menunggu pembuktian nyata dari slogan presisi dan integritas aparat. (KT)