Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Bulog Maluku Sebut  Penyerapan Gabah Beras Capai 621.090 Ton Per Januari

badge-check


					Bulog Maluku Sebut  Penyerapan  Gabah Beras Capai 621.090 Ton Per Januari Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (PSO) hingga 24 Januari 2026 telah mencapai 621.090 ton setara beras atau 23,73 persen dari target tahun 2026 sebesar 2.617.000 ton.

“Data realisasi pengadaan gabah dan beras PSO Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara menunjukkan, total penyerapan berasal dari gabah kering panen (GKP) sebesar 1.223.340 kilogram, yang dikonversi menjadi 621.090 kilogram setara beras. Sementara untuk pengadaan beras PSO secara langsung masih tercatat nol realisasi,” kata Pemimpin Perum Bulog Maluku Wilayah Maluku dan Malut Rudy Senawi Tahir di Ambon, Maluku, Senin.

Ia menjelaskan dari total capaian tersebut, penyerapan gabah terbesar berasal dari wilayah Kabupaten Buru, khususnya melalui Gudang Waenetat dan Halong, dengan total setara beras mencapai 522.373 kilogram. Sementara kontribusi lainnya berasal dari Kabupaten Maluku Tengah melalui Gudang Kobi, dengan realisasi setara beras 98.716 kilogram.

Pada hari pelaporan, Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara juga mencatat realisasi penyerapan gabah harian sebesar 80.500 kilogram GKP, yang setara dengan 40.870 kilogram beras, seluruhnya berasal dari wilayah Kabupaten Buru dan Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Secara kumulatif, total target pengadaan gabah dan beras PSO Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara tahun 2026 ditetapkan sebesar 2.617.000 kilogram setara beras, dengan rincian target gabah 1.936.000 kilogram dan target beras 1.634.000 kilogram,” ujarnya.

Ia mengatakan hingga akhir Januari, sisa target yang belum terealisasi masih mencapai 1.995.910 kilogram setara beras.

Ia juga menegaskan penyerapan gabah dilakukan secara masif dan terencana di seluruh wilayah Indonesia guna mendukung target nasional penyerapan 4 juta ton setara beras pada 2026.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.

Selain penyerapan gabah, hingga 24 Januari 2026, Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara belum mencatat realisasi pengadaan beras komersial, dengan target dan realisasi masih berada pada angka nol persen.

Kondisi tersebut menunjukkan fokus Bulog saat ini masih diarahkan pada pengadaan gabah petani dalam negeri sebagai langkah awal pemenuhan cadangan beras pemerintah.

Bulog menyatakan penyerapan gabah akan terus dioptimalkan pada wilayah sentra produksi di Maluku dan Maluku Utara, seiring masuknya masa panen pada sejumlah daerah.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat capaian target pengadaan sekaligus memberikan kepastian harga dan penyerapan hasil panen bagi petani di awal 2026. (AN/KT)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Proyek Maluku Integrated Port, Oratmangun Ingatkan Bahaya Dominasi Logika Pendana Asing

12 Maret 2026 - 17:03 WIT

Maluku Angkat 47 Agenda Wisata 2026 Untuk Tarik Minat Wisatawan

6 Maret 2026 - 15:31 WIT

Mahasiswa Pelaku Pembakaran Fasilitas Kampus Unpatti Ambon  Resmi Dipolisikan  

6 Maret 2026 - 14:33 WIT

Lerai Bentrok di Tual, Kapolres Terkena Anak Panah & Jalani Operasi

25 Februari 2026 - 22:34 WIT

Maluku-Jepang Jajaki Kerja Sama Sektor Perikanan Hingga Migas

25 Februari 2026 - 22:25 WIT

Trending di Maluku