KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Dua tahun mati suri, PD Panca Karya buktikan kebangkitan jelang Nataru.
Kabar gembira datang bagi masyarakat kepulauan di Maluku. Setelah dua tahun berhenti beroperasi, KMP Bahtera Nusantara 02 akhirnya dijadwalkan kembali berlayar pada Kamis, 18 Desember 2025.
Pengoperasian kembali kapal ini menjadi solusi krusial dalam menjawab lonjakan kebutuhan transportasi laut menjelang arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kapal motor penyeberangan (KMP) milik PD Panca Karya ini akan melayani rute vital: Ambon – Banda – Tual (PP). Kembalinya armada ini sekaligus menandai babak baru “kebangkitan” PD Panca Karya di bawah nakhoda manajemen baru yang dipimpin Direktur Utama Rany Tualeka, bersama jajaran direksi dan Dewan Pengawas.
Sejak “parkir” pada tahun 2023, mangkraknya kapal ini sempat berdampak luas pada tersendatnya arus logistik dan terbatasnya pilihan transportasi bagi warga Banda dan Tual.
Direktur Utama PD Panca Karya, Rany Tualeka, menegaskan bahwa momen ini adalah wujud nyata dari instruksi Gubernur Maluku agar BUMD bekerja luar biasa dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Gubernur selalu menekankan agar kami tidak bekerja biasa-biasa saja. Kembalinya kapal ini adalah wujud komitmen kami menjawab kebutuhan konektivitas di Maluku,” ujar Rany Tualeka, Rabu (17/12).
Menurutnya, pengoperasian ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis menekan biaya logistik dan mendukung stabilitas ekonomi di wilayah kepulauan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
Untuk menjamin aksesibilitas masyarakat, PD Panca Karya telah merilis daftar tarif resmi. Untuk kelas ekonomi dewasa, tiket rute Ambon-Banda dibanderol Rp140.800, Banda-Tual Rp154.500, dan Ambon-Banda-Tual Rp295.300. Sedangkan untuk kelas bisnis, harga tiket mulai dari Rp190.800 hingga Rp415.000.
Tak hanya penumpang, kapal ini juga siap mengangkut kendaraan dari Golongan I hingga IX, baik kendaraan pribadi maupun angkutan barang dengan tarif yang kompetitif sesuai regulasi.
Manajemen baru PD Panca Karya optimistis langkah perdana ini akan mengembalikan kepercayaan publik terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut. Rany menegaskan, transparansi dan orientasi pelayanan publik menjadi ruh baru dalam bekerja.
“Ini baru langkah awal. Dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Maluku, kami berkomitmen membenahi layanan transportasi laut secara berkelanjutan dan memperkuat peran kami sebagai penggerak ekonomi provinsi kepulauan ini,” tegas Rany dengan nada optimis. (KTL)



























