Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Maluku

Saat Murad, Hendrik, dan Bodewin Kembali Mesra

badge-check


					Saat Murad, Hendrik, dan Bodewin Kembali Mesra Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM.AMBON-Tanah Kusir menjadi saksi bisu. Di hari kepergian putra terbaiknya, Said Assagaff, persaudaraan yang sempat terabaikan oleh riuhnya politik Maluku menemukan kembali jalannya.

Said Assagaff, yang akrab disapa Pak Bib, telah menuntaskan tugasnya. Mantan Gubernur Maluku (2014-2019) itu berpulang, meninggalkan jejak pengabdian yang panjang. Namun, di tengah kepulan tanah merah yang menimbun pusaranya, tersaji sebuah adegan yang jauh lebih penting daripada sekadar upacara kedukaan: momen rekonsiliasi yang menghapus batas Pilkada.

Di area pemakaman yang teduh, hadir tiga sosok yang beberapa waktu lalu adalah simbol ketegangan politik Maluku: Murad Ismail (Mantan Gubernur), Hendrik Lewerissa (Gubernur Maluku saat ini), dan Bodewin Wattimena (Penjabat Walikota Ambon).

Ketiga nama ini mewakili irisan kekuatan yang sempat saling berhadapan dalam kontestasi politik lokal yang sengit. Pilkada Maluku telah memisahkan barisan, menciptakan sekat, dan melahirkan narasi rivalitas. Namun, di pemakaman Pak Bib, permusuhan itu seolah dihentikan, dipaksa bungkam oleh duka yang universal.

Momen kemesraan yang terjadi tidak hanya sebatas obrolan tulus di bawah tenda duka, melainkan diabadikan dalam sebuah foto yang sangat ikonik.

Murad, Hendrik, dan Bodewin tidak memilih berfoto formal; mereka tertangkap kamera tengah duduk santai di atas makam-makam yang ada di Tanah Kusir, berdampingan satu sama lain. Ketiganya kompak mengenakan kacamata riben (gelap), memberikan kesan santai dan rileks, seolah tekanan dan formalitas politik telah mereka tanggalkan sejenak.

Foto ketiganya duduk akrab, berbagi senyum dan kehangatan, lantas diunggah ke media sosial (Medsos). Foto ini segera menjadi viral dan menjadi simbol nyata persatuan.

Dampak dari unggahan itu sungguh luar biasa. Netizen dan masyarakat Maluku menyambut foto tersebut dengan apresiasi positif yang tinggi. Mereka melihat foto itu bukan sekadar gimmick politik, melainkan pengakuan jujur bahwa persaudaraan sejati para elit telah pulang.

Almarhum Said Assagaff, yang dikenal santun dan merangkul, tanpa disadari telah menjadi magnet persatuan. Dalam kematiannya, Pak Bib berhasil mengumpulkan kembali anak-anak terbaik Maluku yang sempat tersesat dalam panasnya pertarungan perebutan kekuasaan.

Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, melihat keseluruhan rangkaian peristiwa itu dengan penuh kekaguman. Bagi Bodewin, momen persatuan ini terjadi secara alami dan memiliki kekuatan emosional yang tak terduga.

“Semua ini terjadi dengan sangat luar biasa,” kata Walikota Ambon Bodewin. Ia merasa momen ini adalah penutup yang indah bagi ketegangan yang pernah ada.

Dalam suasana hati yang tulus, ia kemudian mengunci momen ini dengan sebuah kalimat pengakuan yang menjadi pesan damai bagi seluruh masyarakat: “Kaka, katong su baku sayang ulang. Seng ada perbedaan yang abadi,” ujar Walikota Ambon.

Kutipan ini menjadi deklarasi: “Katong su baku sayang ulang” (Kita sudah saling menyayangi lagi).Dan kalimat penutupnya, “Seng ada perbedaan yang abadi” (Tidak ada perbedaan yang abadi), menegaskan bahwa permusuhan yang timbul dari perbedaan pilihan politik harus diakhiri. Bahwa ketika duka datang, semua jabatan dan label rivalitas luruh.

Tanah Kusir hari itu menjadi penanda, Pilkada telah usai. Kepergian Said Assagaff tidak hanya meninggalkan rasa kehilangan, tetapi juga warisan persaudaraan sejati yang dipulihkan, dikuatkan oleh satu foto santai, dan disebar dengan penuh makna. Momen ini adalah harapan bagi Maluku, bahwa persatuan di atas segalanya adalah nilai yang paling utama. (KIE)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Maut Pasutri di Tengah Infus RSUP Leimena Masih Terpasang

14 Januari 2026 - 01:12 WIT

Kodaeral Ambon Teken Pakta Integritas Transparansi Penerimaan Anggota Baru

14 Januari 2026 - 00:57 WIT

Maluku Maksimalkan Aplikasi SITPAKD Akses Data Keuangan Daerah

14 Januari 2026 - 00:53 WIT

Tragedi Kelam Persalinan Welmince di Hutan Wairia 

14 Januari 2026 - 00:35 WIT

Desak “Presure” BPK Percepat Audit Korupsi PT Gidin Bipolo

12 Januari 2026 - 00:35 WIT

Trending di Maluku